0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

TimloMagz

Dari Balon Pesta, Keuntungan Linda Menggelembung

Linda Lianawati Santoso (foto: Utami)

Timlo.net – Merebaknya bisnis merancang pesta, membawa rezeki berantai untuk mereka yang siap. Bisnis baru pun tumbuh, di antaranya penyedia pernik-pernik pelengkap pesta seperti balon, lilin, topi, souvenir dan lain-lain, semakin berkembang marak.

“Permintaan di Solo lumayan ramai. Saat kondisi normal-normal saja, sehari omzet kita bisa mencapai angka jutaan rupiah. Dan pada saat momen khusus seperti hari besar dan tahun baru lonjakan permintaanya bisa naik sampai 50 persen,” ujar Pemilik toko Yung Balons, Linda Lianawati Santoso kepada TimloMagz, baru-baru ini.

Linda mengaku mulai merintis usaha penyediaan perlengkapan pesta itu sekitar tujuh tahun yang lalu. Alasan menggeluti usaha tersebut, karena potensi pasarnya yang dianggap cukup besar.

Apalagi untuk daerah Solo, menurutnya pelaku usaha yang menjual perlengkapan pesta bisa dibilang masih jarang. Sementara mencari di online shop, harga yang ditawarkan relatif lebih mahal karena rantai distribusinya yang sudah terlalu panjang.

“Di Solo kompetitornya masih jarang, sehingga prospek usaha ini saya melihat masih cukup potensial,” jelasnya.

Di tokonya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto itu, hampir semua perlengkapan pesta tersedia cukup lengkap. Mulai dari polkadot, flag banner, topi ulang tahun,lilin, balon karakter, piring roti, bom asap dan lainnya. Karena lengkapnya koleksi barang yang dimiliki, pelangan yang datang di Yung Balons tidak hanya dari Solo, tapi juga berbagai daerah dari luar kota. Seperti Palangkaraya, Jakarta, Semarang dan Surabaya.

Kendati belum melayani penjualan secara grosir, Linda mengatakan harga jual di tokonya saat ini bisa dibilang relative lebih murah dari tempat lain. Hal itu dikarenakan, semua barang daganganya tersebut diambil langsung dari importir.

Untuk harga jual yang dipasarkan, ia menyebut setiap barang memiliki harga bervariasi, misalnya untuk balon paling murah dijual sekitar Rp 6.000 per pax, lilin mulai Rp 2.000 per buah dan pita Rp 2.500 per pak.

Karena harga yang dibanderol relatif murah, Linda juga mengaku pelanggan yang datang ditempatnya tidak hanya berasal dari perorangan, tapi juga para pedagang.

“Mayoritas produk yang kita jual merupakan impor dari China. Sehingga dari sisi harga jauh lebih miring dibandingkan produk local. Selisih harganya bisa mencapai 60:40 persen,” ungkapnya.

Dalam memasarkan barang dagangannya itu, Yung Balons tidak hanya mengandalkan pemasaran melalui offline tapi juga secara online. Yaitu dengan memanfaatkan layanan di sosial media, seperti instagram, facebook, line, WA dan lainnya.

Karena tingginya permintaan yang datang ditempatnya, kedepan Linda juga berencana untuk mengembangkan usaha. Baik dengan cara menambah cabang baru tokonya, maupun menjadi importir yang bisa mendatangkan barang langsung dari produsennya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge