0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dari Tujuh Desa Masuk Cagar Budaya Sangiran, Hanya Satu yang Disetujui

Museum manusia purba Sangiran klaster Dayu (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pemkab Karanganyar menawar keputusan pemerintah pusat terkait tujuh desa masuk areal cagar budaya situs manusia purba Sangiran. Hanya Desa Dayu, Dondangrejo saja yang disetujui.

“Tujuh desa wilayah Sangiran masuk situs cagar budaya. Artinya, semua aktivitas dan pemanfaatan lahan diatur peruntukannya. Bupati sedang menjajaki persetujuan pusat jika hanya satu desa saja yang masuk, yakni Desa Dayu. Jangan semuanya,” kata Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar, Muh Indrawanto kepada Timlo.net, Senin (30/10).

Tujuh desa itu masuk di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sragen. Desa Jeruksawit, Wonosari, Rejosari dan Dayu di Gondangrejo, Karanganyar. Sedangkan tiga desa lainnya masuk Kabupaten Sragen yaitu Desa Somomorodukuh, Sambirejo dan Desa Brangkal.

Terkait permintaan Pemkab menyetujui satu desa saja, Muh Indrawanto mengatakan alasannya logis.

“Pemkab khawatir pembangunan jalan tol Solo-Mantingan, jembatan Kragan dan infrastruktur lainnya tidak akan efektif membuka akses pembangunan jika pengelolaan sumber daya alam di desa-desa tersebut dibatasi. Padahal, desa-desa itu bakal sulit berkembang dan bergerak saat aturan cagar budaya melarang untuk mengusiknya,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge