0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Simpangkan Dana Desa, Kades Ngandul Dilaporkan ke Kejaksaan

Warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen melapor ke Kejari Sragen. (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Sejumlah warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen mengadukan kepala desa (Kades) setempat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK), tahun 2015 hingga 2017. Dalam laporan tersebut ada sejumlah pembangunan infrastruktur desa yang penggunaan anggarannya tidak transparan.

“Lurah kurang transparan dalam penggunaan anggaran. Tahu-tahu mendatangkan material untuk pembangunan  talut dan rabat beton serta warga hanya disuruh gotong royong, tapi tidak diajak rembugan,” kata salah satu warga Desa Ngandul, Bibit Rahayu Utomo, Selasa (31/10).

Bahkan dalam pelaksanaannya, warga masih dibebankan biaya untuk sewa angkong, sewa moleh, ember dan tenaga dalam pembuatan talut dan rabat beton tersebut. Di sisi lain Kades Ngandul sendiri tidak pernah transparan terhadap penggunaan anggaran baik yang berasal dari ADD,DD dan BKK.

Dalam pelaporan tersebut warga didampingi Komisi Pengawasan Korupsi (KPK) Tindak Pidana Korupsi Sragen.

Hal senada disampaikan warga Ngandul lainnya, Kus Widodo. Menurutnya, pengerjaan talut di Desa Ngandul dilakukan tiga tahun berturut-turut, yaitu 2015 dengan anggaran Rp 75 juta, tahun 2016 sebesar Rp 22. 900.000 dan tahun 2017 sebesar Rp 35.749.100. Padahal seharusnya 2015 itu sudah selesai, tapi oleh Kades dianggarkan hingga tiga kali.

“Tahun 2017 itu sudah tidak ada pembangunan talut, tapi tetap dianggarkan. Jadi terdapat dobel anggaran,” jelasnya.

Sementara Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Adi Nugraha mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari warga Desa Ngandul tersebut. Namun pihaknya masih akan mempelajari lebih dulu sebelum mengambil tindakan. Dia juga belum bisa mengatakan ada tidaknya penyimpangan dalam penggunaan dana desa itu.

“Saya juga belum tahu persis isi laporan. Nanti kita sampaikan pimpinan dan kita telaah. Kalau data cukup untuk ditindaklanjuti nanti kita tindaklanjuti,” ujar Adi.

Sementara, Kades Ngandul Supriyanto saat dihubungi wartawan belum bisa dikonfirmasi dan memberikan penjelasan terkait kasus tersebut.

Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen melapor ke Kejari Sragen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge