0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rem Blong, Bus Tabrak Tebing, 2 Penumpang Tewas

Bus Sayur Nggunung rem blong dan menabrak tebing (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Bus Sayur Nggunung jurusan Boyolali-Selo, mengalami rem blong di jalur wisata Boyolali-Selo,tepatnya di Dusun Kadipiro, Desa Genting, Cepogo, Selasa (31/10). Akibatnya, bus menabrak tebing dan dua penumpang meninggal dunia dengan luka parah di kepala. Sementara belasan penumpang menderita luka dan dilarikan ke Puskesmas Cepogo dan RSUD Pandanaran, Boyolali.

Kecelakaan bermula saat bus Sayur Nggunung nopol AD 1762 AD yang dikemudikan Rohmat, warga Desa Sukabumi, Kecamatan Cepogo melintas dari arah Selo menuju Boyolali. Sesampai di lokasi, bus mengelami rem blong. Oleh sang sopir, laju bus berusaha dihentikan dengan banting stir ke kanan. Sayangnya, bus menabrak tebing dan terguling. Dua penumpang yang meninggal dunia yakni Nyonya Slamet (60) dan Siti Munjiyah (55).

Sementara belasan penumpang menderita patah tulang dan kepala, termasuk sopir bus Rachmad, langsung dilarikan ke RSUD Pandanaran. Sebagian lagi dibawa ke Puskesmas Cepogo. Salah satu penumpang, Sujiyem, mengungkapkan, menjelang lokasi kejadian, bus berjalan kencang dan langsung menabrak tebing hingga terguling. Sebelum menabrak tebing, penumpang yang sebagian besar pedagang yang habis berjualan di Pasar Selo berteriak ketakutan.

“Saya masih pegangan kursi, langsung teriak minta tolong, ada Mas Mas yang menolong saya dengan menarik tangan saya,” kata Sujiyem yang hanya menderita luka ringan di kedua kakinya.

Sujiyem mengaku sebelum kejadian, bus menurunkan penumpang, saat bus jalan, mengaku curiga ada yang tidak beres dengan bus. Bus berjalan semakin cepat dan tercium bau kampas rem.

“Sopir ditanya bilangnya ndak papa, begitu,” imbuhnya.

Sementara menurut warga yang ikut mengevakuasi korban, Pujianto, begitu bus terguling, kondisi penumpang sangat memprihatinkan. Dua penumpang terjepit dan sulit dievakuasi.

“Yang dua tadi susah sekali dievakuasi, bus ditarik truk baru bisa dievakuasi,” ujar Pujianto.

Sementara itu, menurut Camat Cepogo, Agus Darmawan, kondisi jalan di wilayah Cepogo- Selo memang rawan kecelakaan. Pasalnya, jalan banyak tikungan. Jika dari arah Selo, jalan menurun tajam berkelok.

“Kendaraan yang melintas harus benar-benar laik jalan,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge