0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinas Akui Kecolongan, Dua Kepsek Terancam Sanksi

Kepala Dinas Pendidikan Wonogiri Siswanto (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Dinas P dan K Wonogiri bakal memberikan sanksi tegas terhadap dua kepala sekolah SD terkait kasus pencabulan yang dilakukan guru S (49) terhadap belasan siswa di Kecamatan Girimarto. Selain itu, dinas menuding kedua kepala sekolah itu lalai dalam pengawasan terhadap siswa didiknya.

Mosok, 14 tahun terjadi mereka tidak tahu atau memang sengaja menutup- nutupi aib itu, saya juga heran masyarakatnya sekitarnya kok juga pasif. Seharusnya kalau tahu segera lapor ke UPT atau langsung ke dinas. Kan kasihan wong korbannya juga anak- anak mereka sendiri,” tegas Kepala Dinas P dan K Wonogiri, Siswanto, Senin(30/10).

Menurut dia, perbuatan bejat itu merupakan pukulan telak bagi dunia pendidikan Wonogiri. Terlebih, korbannya siswa yang jumlahnya tidak sedikit. Dia juga menilai masyarakat sekitar respon mereka sangat pasif, sehingga peristiwa itu terjadi berlarut- larut.

“Kalau untuk sanksi kepada guru S (49) kami menunggu proses hukum aparat, biarlah berjalan. Tapi, yang jelas saat ini kita fokuskan pengobatan traumatik siswa dengan mengganti guru olahraga perempuan,” bebernya.

Melihat kenyataan itu, lanjut Siswanto, jajaran UPT kecamatan setempat telah diminta membuat kerangka komitmen agar peristiwa miris itu tidak terulang kembali. Yakni berupa kecepatan respon dalam tindakan pencegahan. Tak hanya itu saja, sebagai ganjarannya, dalam waktu dekat ini diperintahkan untuk melakukan kajian terkait sanksi bagi guru atau kepala sekolah.

“Kita masih menunggu laporan KaUPT, sanksinya seperti apa mungkin bisa saja mutasi atau penurunan pangkat kita tunggu saja nanti,” tandasnya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyatakan telah berkoodinasi dengan Polres Wonogiri untuk menerjunkan petugas khusus dalam upaya pemulihan traumatik para siswa korban pencabulan. Para tenaga pendidik di Girimarto dianggap kurang humanis hanya mengejar akademik saja. Sehingga mereka lalai dengan adanya gejala- gejala tidak baik muncul dari siswa didiknya.

“Ya, maka program saya kepala sekolah itu saya usulkan dekat dengan lingkungan sekolah, sehingga setelah lepas pengajaran akademik humanisnya bisa bersinergi,” kata Bupati Joko Sutopo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge