0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Panwaskab Minta Masyarakat Ikut Awasi Pemilu

Panwaskab menggelar sosialisasi pengawasan Pemilu partisipatif. (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Dalam pesta demokrasi, masyarakat harus bisa berpartisipasi mengawasi jalannya Pemilu. Pasalnya obyek pengawasan semakin luas serta sejumlah perhelatan Pemilu sudah menanti, seperti Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, sedangkan jumlah personel pengawas pemilu sangat minim.
“Jumlah anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), baik tingkat kabupaten hingga kecamatan maupun desa, jumlahnya terbatas,” ujar Ketua Panwaslu Wonogiri Ali Mahbub, Senin (30/10).
Terlebih, beber Ali Mahbub, di tingkatan Panwaskab hanya ada tiga personel, ditambah 75 personel Panwascam di 25 kecamatan. Jumlah tersebut jelas tidak seimbang dengan wilayah Wonogiri sebagai daerah terluas kedua di Jateng.
“Maka dari itu, harus ada pengawasan mandiri atau partisipatif dan elemen masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya mengimbau, warga segera melaporkan ketika dijumpai ada pelanggaran sekecil apapun. Laporan dari warga bakal ditindaklanjuti Panwaskab, apakah tergolong pelanggaran pidana Pemilu atau tidak.
“Jadi kalau ada pelanggaran, jangan dibiarkan. Jangan sampai malah menyukseskan pelanggaran, yang benar adalah mesti menyukseskan pemilu,” tandas dia.
Sementara itu,anggota Panwaskab Wonogiri Divisi Organisasi dan SDM, Isnawanti Solikhah menuturkan, panitia pengawas nantinya juga dibentuk hingga tingkat desa/kelurahan. Jumlahnya sesuai total desa/kelurahan di Wonogiri, yakni 294 orang. Selain itu, dibentuk pula pengawas di tingkat TPS, masing-masing satu orang. Sementara,jumlah pasti TPS masih menunggu dari KPU.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge