0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bahaya! Warga Diminta Tak Lewati Jembatan Sesek Bengawan Solo

Jembatan sesek yang hanyut diterjang arus Bengawan Solo, Minggu (29/10) pagi (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pemerintah Kota Solo mengimbau masyarakat tidak melintas jembatan bambu untuk menyeberang sungai Bengawan Solo. Jembatan yang dikenal warga dengan sebutan jembatan sesek itu dinilai tidak layak dari segi keamanan.

“Sebenarnya yang berwenang menentukan itu layak atau tidak kan DPU-PR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang mengurus masalah jembatan. Tapi kalau menurut saya kok tidak layak,” kata Kepala Dinas Perhubungan Solo Hari Prihatno saat dihubungi melalui telepon, Senin (30/10).

Ia berharap masyarakat bersabar menunggu selesainya perbaikan Jembatan Mojo. Apalagi, durasi perbaikan diperkirakan paling lama 10 hari terhitung mulai tanggal 27 Oktober. Masyarakat yang hendak melintas diminta memutar lewat jalan yang layak demi keamanan.

“Muter sebentar kan tidak apa-apa. Sepuluh hari itu kan maksimal. Bisa kurang. Sabar sebentar lah,” kata dia.

Seperti diketahui, jembatan sesek yang menghubungkan Kampung Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo dengan Kampung Beton, Sewu, Solo hanyut terbawa arus Bengawan Solo yang sempat naik, Minggu (29/10) kemarin. Beruntung saat itu tidak ada pengendara yang melintas jembatan tersebut. Jembatan tersebut menjadi jalur alternatif terdekat bagi warga yang hendak melintas Jembatan Mojo yang ditutup untuk perbaikan.

“Biasanya saya juga lewat Mojo. Kalau tidak terpaksa juga nggak mau lewat sini. Takut,” kata salah satu warga, Suharsi.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge