0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pencurian di Situs Purbakala Joho Kembali Terjadi

Terdapat galian di situs Joho, pencuri harta karun mulai beraksi (dok.timlo.net/gg)

Sukoharjo — Sejak ditetepkan sebagai Situs Purbakala sekitar tiga tahun yang lalu, areal persawahan Kelurahan Joho, Sukoharjo seluas tiga hektar belum ada penanda khusus. Akibatnya, sering terjadi pencurian ataupuan penggalian ilegal, seperti yang terjadi pada Minggu (29/10) malam, namun baru diketahui warga keesokan harinya.

“Saya pagi tadi jalan-jalan di sekitar situs yang tidak jauh dari rumah saya, namun setelah mendekat ada empat bekas galian dan juga masih ada sisa pecahan gerabah kuno di lokasi. Ini sudah sekian kalinya terjadi pencurian, mungkin akrena tidak ada penanda kalau ini situs dilindungi,” kata warga Joho, Bimo Wijanarko, Senin (30/10).

Ada empat bekas galian yang ditemukan di areal perswahan Joho, yang diyakini bekas galian yang dilakukan oleh orang yang memburu harta karun. Selain itu, setiap musim kemarau saat sawah tidak ditanami padi, sering terjadi penggalian ilegal ataupun pencurian benda purbakala sejak bertahun-tahun yang lalu.

Diyakini situs purbakala Joho masih banyak menyimpan benda-benda purbakala seperti emas dan gerabah kuno yang selama ini menjadi incaran para pemburu harta karun. Pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah pernah menjanjikan akan  membuatkan papan penanda, namun belum terealisasi sampai sekarang.

“Setiap musim kemarau selalu ada saja beklas galian yang ditinggalkan pencuri, dan warga juga pernah diberi oleh seseorang berupa perhiasan kuno. Kalau dibiarkan seperti ini terus, pencurian terus terjadi yang tentunya sangat disayangkan kalau benda purbakala di sini habis diambil pencuri, saya harap ada perhatian dari pihak terkait,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge