0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasang Iklan Politik di Facebook Harus Ungkap Identitas

Facebook. (dok: timlo.net/ ubergizmo. )

Timlo.net—Di Amerika Serikat (AS) beredar pemberitaan jika Rusia menggunakan sosial media untuk mempengaruhi opini masyarakat pada pemilihan umum presiden 2016. Facebook akhirnya membenarkan jika ada sekitar 10 juta penduduk AS yang melihat iklan yang bernada memecah persatuan. Iklan-iklan itu memiliki hubungan dengan Rusia. Berbagai iklan politis itu dipercaya menimbulkan perubahan peta politik di negara itu. Facebook sekarang mengambil langkah untuk mencegah pengaruh asing dalam dunia politik di negara itu. Mereka membuat aturan para pengiklan politik harus mengungkap identitas mereka.

“Tingkat transparansi baik untuk demokrasi dan baik untuk proses pemilihan,” ujar Facebook dilansir oleh Ubergizmo. Sosial media itu juga memperkenalkan langkah-langkah untuk mengembangkan transparansi dalam segala jenis iklan.

Mulai November 2017, para pengguna bisa mengklik tulisan “View Ads” pada sebuah Facebook Page. Mereka bisa melihat iklan apa saja yang dipasang halaman yang bersangkutan di Facebook, Instagram dan Messenger.  Sosial media itu juga membangun arsip digital semua iklan politik. Arsip itu menunjukkan iklan terkait pemilihan yang terdahulu maupun sekarang. Untuk setiap iklan terkait pemilihan, terpampang beberapa informasi. Mulai dari uang yang dihabiskan, jumlah tayang, informasi demografis dan lain-lain. Arsip itu memiliki fitur pencarian di mana pengguna bisa melacak informasi iklan hingga periode empat tahun.

Facebook juga mengharuskan semua iklan dihubungan dengan sebuah Facebook Page. Tanpa memiliki Facebook Page, seseorang tidak bisa beriklan. Aturan ini akan diuji pertama kalinya di Kanada. Lalu akan dirilis di AS pada musim panas 2017. Fitur transparasi ini juga akan dirilis di negara-negara lain di seluruh dunia pada waktu yang sama.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge