0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Permintaan Laris Manis, Petai Wonogiri Tembus Ibukota

Pedagang petai di Pasar Ngadirojo, Wonogiri (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Sayuran berbau khas satu ini di Wonogiri memasuki musim panen. Meski stok melimpah, harga petai di pasaran masih cukup mahal. Hal itu terjadi lantaran permintaan petai dari luar daerah terbilang tinggi.

“Dari petani satu ikat besar ini saya beli Rp 60 ribu – Rp 85 ribu, tapi tergantung kualitasnya biji petainya,” terang Surahmi, pengepul petei di Pasar Ngadirojo, Wonogiri, Senin (30/10).

Setelah petai terkumpul dengan jumlah banyak, biasanya para pedagang sudah datang sendiri memilih jenis petai sesuai selera mereka. Rata-rata, pedagang itu merupakan langganan tetapnya. Satu ikat besar dibeli dengan harga Rp 100 ribu – Rp 120 ribu perikatnya.

“Setiap hari kirim, karena pelanggan kita memintanya setiap hari harus ada petai, apalagi di saat musim panen seperti ini,” ujarnya.

Meski begitu, Surahmi masih mengeluarkan biaya untuk membeli karung. Lantaran pedagang langganannya meminta petai-petai yang sudah dibelinya dikemas dalam satu karung besar.

“Ya, kan petai itu nanti dikirim dengan menumpang bus atau truk barang ke Jakarta dan Sumatera, jadi harus hemat tempat, terkadang satu karung bisa berisi 10 ikat besar atau setara 50 kilogram,” jelasnya.

Petai tersebut, kata dia, didatangkan dari pelosok Kecamatan Ngadirojo dan kecamatan lainnya, bahkan dari Kecamatan Jatipuro dan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar.

“Dari sana ada yang nganter tapi kebanyakan para petani sendiri yang memang sengaja menjualnya ke sini, Mas,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge