0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Komunitas Luwak Wonogiri, Menjaga Perburuan Liar

Komunitas Luwak Wonogiri berkumpul di depan Monumen Bedol Desa (Plaza Waduk Gajah Mungkur) (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri – Binatang Luwak atau Luwak yang identik sebagai hama nyaris punah akibat diburu. Namun komunitas ini justru sebaliknya. Mereka mengenalkan luwak bukan lagi sebagai hama, namun sebagai hewan peliharaan layaknya kucing atau anjing. Selain itu, kelompok ini memiliki misi untuk menjaga kelestarian hewan omnivora ini dari perburuan liar.

“Komunitas Luwak Wonogiri berdiri 15 Mei 2015 lalu, saat ini anggotanya sudah 26 orang,” kata Septiawan, Humas Komunitas Luwak Wonogiri, Minggu (29/10).

Menurutnya, luwak merupakan satwa liar dan buas namun bisa dijinakan. perawatan luwak cukup mudah. Yakni dengan memberi makan dua kali sehari pada pagi dan malam hari. Biasanya, untuk memandikan luwak hanya sepekan sekali. Selain itu, luwak juga diberlakukan potong kuku.

Soal makan, luwak sangat mudah. Hampir segala makanan disantapnya, termasuk buah- buahan, cat food, ayam, dan telor. Lalu untuk minum, selain air putih binatang ini juga minum susu bahkan bubur bayi.

“Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menelihara luwak, hanya kadang luwak mengalami napsu makan berkurang, bulu rontok, dan terkena jamur,” tuturnya.

Ditambahkan, untuk harga luwak, sangat beragam. Mulai dari ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah, tergantung jenis dari luwak itu sendiri. Ada jenis luwak rase, luwak pandan, luwak bulan, luwak akar, luwak bali, luwak lombok, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu saja, di komunitas ini ada tempat khusus penangkaran. Sehingga sangat memungkinkan untuk menghindari pemburuan.

Komunitas Luwak Wonogiri berkumpul di depan Monumen Bedol Desa (Plaza Waduk Gajah Mungkur)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge