0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bankeu Jangan Dimark Up!

Karanganyar — Pemkab Karanganyar melarang pengguna bantuan keuangan desa (Bankeu) menambah atau volume proyek sarana prasarana desa apalagi memanipulasi belanja. Pelaksanaan bankeu harus sesuai rencana awal dengan perhitungan riil di lapangan.

“Harus diperhatikan betul. Masih ditemukan rincian belanja sama persis dengan proposal rencana. Padahal, sangat memungkinkan adanya perubahan harga semen dari semula Rp 55 ribu menjadi Rp 36 ribu per sak. Jangan di mark up! Apabila ada sisa uang belanja, masukkan ke rekening lagi sebagai Silpa (sisa lebih perhitungan anggaran),” kata Kepala Inspektorat Daerah, Sucahyo di hadapan kades dan camat dalam sosialisasi alokasi bantuan keuangan kepada desa untuk pembangunan sarana dan prasarana desa pada APBD perubahan tahun 2017 di rumah dinas bupati, Kamis (26/10) sore.

Berdasarkan auditnya, terdapat berbagai praktik yang mengarah pada penyelewengan aturan. Misalnya, uang sisa belanja digunakan lagi untuk menambah volume pengerjaan yang sebenarnya di luar perencanaan awal.

“Jangan diteruskan lagi yang tidak sesuai regulasi. Dana ke desa ini jumlahnya luar biasa. Begitu pula pengawasannya juga luar biasa. Melibatkan Polri dan institusi penegak hukum lainnya,” pintanya.

Sucahyo menjelaskan, bankeudes menyasar pembangunan sarana dan prasarana desa dan dilakukan dalam satu kali pencairan. Pengelolaan dana tersebut melalui mekanisme APBDes.

Sebagaimana diberitakan, APBD perubahan 2017 mengalokasinan bankeudes Rp 25.085.000.000 yang dibagi ke 137 desa di 16 kecamatan. Ia mendesak pengguna bankeudes segera menyerahkan proposal perencanaan ke bagian pembangunan setda.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge