0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TKI asal Sragen Meninggal di Malaysia

Diiringi Isak Tangis Ratusan Warga, Jenazah Wami Windasih Dimakamkan

Peti jenazah Wami Windasih tiba di rumah orang tuanya, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar, Sragen (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Suasana haru menyelimuti rumah duka Wami Windasih (19), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sragen yang meninggal di Malaysia lantaran mengalami kecelakaan. Rumah sederhana di Dukuh Kandang Sapi RT 09, Desa Kandang Sapi, Kecamatan Jenar tersebut dipenuhi para pelayat yang berdatangan untuk menyampaikan rasa duka cita.

Tangis duka tiba-tiba terpecah pada pukul 09.50 WIB saat jenazah Windasih datang dengan dibawa mobil ambulance dari Bandar Udara Adi Sucipto Yogjakarta. Kedua orang tuanya, Wagiyono (44) dan Parmi (39) serta adik-adik almarhumah langsung menangis sejadinya sehingga menambah harus suasana pada Jumat (27/10) pagi tersebut.

Kedatangan jenazah Wami memang telah ditunggu keluarga dan warga sekitar sejak tersiar kabar meninggalnya lulusan SMK Negeri Jenar tersebut beberapa hari lalu.

Tidak hanya itu nampak hadir di tengah ratusan pelayat, Kasie Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Tengah, Nur Hidayati, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, Afif Aji Putra, Camat Jenar Suharno, Kapolsek Jenar AKP Handoyo, Danramil Jenar Kapten Petrus dan Kepala Desa Kandang Sapi, Pandu.

Begitu datang, jenazah Winda langsung dibawa ke dalam rumah dengan diiringi isak tangis keluarga dan para pelayat. Tidak lama, peti jenazah pun dibuka untuk dilakukan pengecekan dan memastikan, bahwa jenazah tersebut adalah benar Wami Windasih yang meninggal di Malaysia.

Winda sendiri belum genap satu bulan merantau di Malaysia. Bahkan mungkin belum sempat mengirimkan hasil jerih payahnya selama bekerja di PT Sony Malaysia.

“Windasih baru bekerja di Malaysia selama satu bulan. Sepertinya memang belum sempat gajian dan belum mengirim hasilnya ke orang tua,” kata Kepala Desa Kandang Sapi, Pandu, Jumat (27/10).

Pandu menyampaikan, masyarakat Desa Kandang Sapi merasa kehilangan sosok Winda, yang dinilainya bisa menjadi tauladan bagi warga lainnya. Selepas lulus SMK Negeri Jenar tahun 2015, dia sempat nganggur satu tahun dan pada tahun ini berangkat ke Malaysia.

“Winda memang berniat untuk membantu ekonomi keluarga, bapaknya juga sakit-sakitan. Keluarganya memang termasuk kurang mampu,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Disnakertrans Sragen, Afif Aji Putra mengapresiasi cepatnya proses pemulangan jenazah Wami Windasih. Almarhum juga mendapat santunan total sekitar Rp 90 Juta baik dari BPJS Ketenagakerjaan, PT Sony dan PJTKI.

“Santunan dari BPJS sebesar Rp 85 juta langsung masuk ke rekening, jadi tidak ada potongan, belum dari lainnya,” terang Afif.

Jenazah Winda dimakamkan di pemakaman umum setempat yang berjarak 500 meter dari rumahnya dengan diiringi isak tangis warga yang kehilangan dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge