0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Pemicu Kesurupan Massal di SMPN 13 Solo

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pasar Kliwon, Aiptu Muhammad Hendriawan melakukan penanganan terhadap siswi yang mengalami kerasukan di SMP Negeri 13 Solo (dok.timlo.net/ist)

Solo — Peristiwa kesurupan massal di SMP Negeri 13 Solo dipicu lantaran pembuatan gedung baru yang ada di lokasi sekolah tersebut. Sebanyak enam siswi menjadi korban kerasukan ‘penunggu’ bangunan tua yang dirobohkan saat proses pembangunan.

“Total ada enam siswi yang kerasukan,” terang Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polsek Pasar Kliwon, Aiptu Muhammad Hendriawan kepada Timlo.net usai melakukan penanganan korban, Kamis (26/10) siang.

Aiptu Muhammad yang dimintai pertolongan oleh pihak sekolah ini mengaku, peristiwa tersebut terjadi saat proses belajar mengajar tepatnya pukul 07.30 WIB. Enam korban yang mengikuti pelajaran langsung lemas dan menunjukkan perilaku ‘aneh’. Tak hanya itu, mereka juga berteriak histeris sehingga membuat takut baik siswi maupun guru di sekolah.

“Saat saya datang, kondisi mereka ada yang lemas, berteriak hingga menunjukkan perilaku aneh. Saya langsung melakukan penanganan dengan membacakan ayat suci dan berusaha ‘mengusir’ makhluk jahat yang merasuki mereka,” jelas Aiptu Muhammad.

Aiptu Muhammad yang dikenal memiliki ‘kemampuan khusus’ ini, membawa siswi yang kerasukan ke ruang lain untuk mendapat penanganan. Diruang tersebut, dirinya mengerahkan tenaga agar makhluk halus tersebut pergi dan tidak merasuki para siswi. Selama dua jam, Aiptu Muhammad berupaya keras hingga akhirnya para siswi dapat kembali normal seperti sedia kala.

“Kemungkinan, pikiran mereka kosong. Sehingga, mudah dirasuki,” katanya.

Sementara itu, salah seorang guru di SMPN 13 Solo, Nur Hidayati mengakui jika sejak dua minggu terakhir dilakukan proses pembangunan di kawasan SMP Negeri 13 Solo. Sejak saat itulah, ada beberapa siswi yang sering kesurupan. Akan tetapi, saat inilah yang paling parah yang menimpa enam siswi sekaligus. Keenam siswi yang mengalami kesurupan diantaranya IR, MR, TT, AL, DP dan RCH.

“Kami berharap, tidak ada lagi peristiwa seperti ini lagi. Terus terang kami juga khawatir,” katanya.

Seperti diketahui, pagi tadi enam siswi mengalami kerasukan. Akibat peristiwa tersebut, proses belajar mengajar terpaksa dihentikan. Ratusan siswa dipulangkan lebih awal untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan. Kebanyakan, siswi yang mengalami kesurupan berada di ruang kelas dekat dengan kawasan pembangunan di area sekolah tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge