0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Stok Pupuk Boyolali Menipis, Ini yang Dilakukan Pemkab

Petani sedang memupuk tanaman padi di sawah (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim penghujan, petani di Boyolali mulai menanami lahanya. Sementara stok pupuk untuk 19 kecamatan di Boyolali saat ini sudah menipis. Untuk memenuhi kebutuhan pupuk, Pemkab setempat mengajukan penambahan kuota.

“Stok pupuk tidak mencukupi kalau kita tidak meminta tambahan kuota,” kata Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Ibnu Sutopo, Rabu (26/10).

Dijelaskan, stok pupuk yang masih ada tidak akan mampu mencukupi kebutuhan tanam untuk dua bulan. Stock pupuk yang tersedia, Pupuk Urea tinggal 4.495 ton, pupuk NPK tinggal  3.537 ton dan 3.081 ton untuk  pupuk ZA. Sedangkan pupuk organik masih 2.094 ton.

“Persedian paling sedikit adalah pupuk SP 36 hanya tinggal 1.820 ton saja,” imbuhnya.

Dari stok tersebut, kekurangan kebutuhan pupuk, yaitu pupuk Urea masih 3.400 ton dan NPK 1.600 ton. Sedangkan untuk pupuk SP 36, Organik dan ZA masih 1.200 ton. Diakui, serapan pupuk selama 4 bulan sangat rendah. Namun setelah di cek ke lapangan, ternyata kebutuhan pupuk sangat tinggi untuk dua bulan ke depan. Setidaknya ada empat kecamatan diperkirakan mengalami kekurangn pupuk, yaitu Klego, Andong, Juwangi dan Nogosari.

“Salah satu sebabnya, petani tadah hujan mulai menanam,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge