0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Berdalih Pipis, Badar Sabu Kabur, Akhirnya Tewas Didor

Pengedar sabu jaringan Bob (merdeka.com)

Timlo.net — Sepak terjang jaringan Bob atau kerap dikenal dengan nama Jenderal sudah lama menjadi incaran dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Jaringan Bob ini disebut menguasai pasaran narkotika jenis sabu di kawasan DIY dan Jawa Tengah.

Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Triwarno Atmojo menyampaikan bahwa jaringan yang dikuasai oleh bandar narkotika bernama Bob ini merupakan jaringan yang sudah cukup lama bermain di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Dalam sebulan, kata Triwarno, jaringan Bob ini menjual sedikitnya 3 kilogram sabu dengan omzet diperkirakan mencapai Rp 4,5 Miliar.

Terbongkarnya jaringan Bob ini tak lepas dari tertangkapnya dua orang pengedar berinisial AS dan S pada 26 dan 27 Juli 2017 yang lalu. Dari tangan kedua orang ini petugas BNN mengamankan barang bukti sabu seberat 110 gram.

Kemudian dari pengembangan, petugas BNN menangkap tersangka berinisial IS pada 2 Agustus 2017 dengan barang bukti sabu seberat 17 gram. Tersangka IS diamankan di daerah Pujokusuman, Kota Yogjakarta.

Petugas BNNP DIY kemudian melakukan penelusuran lanjutan dan menangkap dua tersangka berinisial RP dan MAP di daerah Mertoyudan, Magelang. Dari tangan dua tersangka ini petugas BNN mengamankan 200 gram sabu.

“Dari keterangan para tersangka diketahui barang didapatkan dari tersangka Bob. Petugas BNNP DIY kemudian bekerja sama dengan petugas BNN RI untuk melakukan penindakan dan pengejaran terhadap tersangka Bob. Pengejaran dilakukan di Bandung dan Jakarta. Kemudian tersangka Bob berhasil diamankan di Stasiun Gambir, Jakarta,” papar Triwarno di Kantor BNNP DIY, Rabu (25/10).

Triwarno menerangkan tersangka Bob saat diperiksa di Kantor BNN RI, mengakui perbuatannya sebagai bandar di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Untuk pengembangan kasus, lanjut Triwarno, tersangka Bob pun kemudian dibawa ke Yogjakarta melalui jalur darat.

“Sepanjang perjalanan dari Jakarta-Yogjakarta dengan mobil, tersangka Bob berulangkali minta berhenti untuk buang air kecil. Akhirnya tim pun berhenti di Jalan Wates, Balecatur, Gamping, Sleman. Tim berhenti di tepi jalan dan ada semak-semak. Tersangka kemudian buang air kecil. Kemudian tersangka berusaha melarikan diri dengan masuk ke semak-semak gelap. Petugas sudah mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan tapi tidak dihiraukan. Akhirnya tersangka dilumpuhkan dan tewas di tempat,” urai Triwarno.

Triwarno menuturkan tersangka Bob tewas pada pukul 04.01 WIB. Petugas pun kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek terdekat yaitu Polsek Gamping, Sleman. Jenazah tersangka, kata Triwarno, kemudian dibawa ke RSUP Dr Sardjito dengan menggunakan mobil Polsek Gamping.

Terpisah, Kabid Pemberantasan BNNP DIY, MUjiyana menambahkan jaringan Bob ini kerap mendistribusikan narkotika jenis sabu-sabu ke DIY melalui Magelang. Sabu-sabu yang diambil dari Jakarta oleh para agen dari Bob ini kemudian dibawa ke Magelang untuk kemudian diedarkan. Terbongkarnya jaringan Bob ini, kata Mujiyana, karena diawali dengan terbongkarnya jaringan Magelang dan Wonosari.

Bob sendiri, sambung Mujiyana merupakan residivis Polda DIY di tahun 2000. Bob pernah dipenjara di Lapas Wirogunan Yogyakarta karena kepemilikan 10 kilogram ganja, 100 gram sabu, ratusan ribu pil ekstasi dan puluhan gram serbuk putauw. Di tahun 2003, tersangka Bob dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Tersangka Bob ditahun 2009 mendapatkan grasi dari Presiden dan bebas dari Lapas Nusakambangan pada tahun 2013. Selama menjalani tahanan di Lapas Nusakambangan, Bob masih melakukan transaksi narkotika.

“Tersangka Bob biasa mengambil barang dari Bireun, Aceh kemudian diedarkan di Jakarta dan sebagian lagi didistribusikan ke DIY melalu Magelang, Jawa Tengah. Jadi DIY itu sebagai pasar atau tempat penjualannya. Jaringan Bob merupakan jaringan terbesar di DIY. Omzetnya mencapai Rp 4,5 miliar setiap bulannya,” tutur Mujiyana.

[dan]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge