0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ilmuwan Cina Kembangkan Padi yang Bisa Tumbuh di Air Asin

Beras Yuan Mi. (dok: timlo.net/ nextshark. )

Timlo.net—Para ilmuwan di Cina berhasil menumbuhkan padi yang tahan air asin. Padi itu tumbuh tiga kali lipat lebih banyak dari yang mereka harapkan. Pada musim semi, ada sekitar 200 jenis padi yang ditanam di the Saline-Alkali Tolerant Rice Research and Development Center di Qingdao, sebuah kota pesisir di Provinsi Shangdong, Cina. Air asin dari Laut Kuning dipompa, dicuerkan dan dialirkan ke sawah.

Para peneliti awalnya berharap jika mereka bisa memanen 4,5 ton beras per hektar. Tapi mereka terkejut saat empat jenis padi bisa menghasilkan 6,5 hingga 9,3 ton beras per hektar. Mereka sudah menguji padi tahan air asin di Cina selama beberapa waktu. Tapi hasil yang tidak disangka ini menandakan kesiapan padi itu untuk dikomersialkan, tulis Nextshark.

Pemimpin penelitian, Yuan Longping yang dikenal dengan sebuah Bapak Beras Hibrida Cina berkata jika budidaya jenis padi itu bisa memberi makan lebih dari 200 juta orang. Startup berbasis di Qingdao Yuan Ce Biological Technology bekerja sama dengan tim Yuan, mereka menjual beras baru itu bernama “Yuan Mi” untuk menghormati sang ilmuwan.

Yuan Mi dijual seharga 50 yuan (Rp 101 ribu) per kilogram. Lebih mahal delapan kali lipat dari beras biasa. Beras itu dijual dalam ukuran 1 kg, 2 kg, 5 kg dan 10 kg. Walaupun lebih mahal, sekitar 6 ton beras Yuan Mi terjual sejak Agustus. Hal ini karena rasa dan teksturnya yang menawan.

Selain itu, para pembeli dikabarkan tertarik dengan manfaat kesehatan beras itu. Menurut Xinhua, beras itu kaya kalsium dan nutrisi mikro lainnya yang ada pada air asin. Garam sebagai anti kuman juga dianggap bisa mematikan bakteri. Saat padi Yuan Mi ini ditanam, para petani menggunakan pestisida lebih sedikit karena air garam mematikan hama. Yuan Ce Biological Technology berharap mereka bisa menghasilkan 10 juta yuan dari beras laut ini pada akhir tahun. Harga beras diharapkan akan turun saat produksi meningkat.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge