0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Truk Pembawa Potongan Daging Manusia Diamankan

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sebanyak 1,3 ton limbah medis berbahaya berasal dari rumah sakit tersimpan dalam truk boks dan truk pikap diamankan polisi dari unit Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua orang sopir dari perusahaan PT Arah Environmental Indonesia yang saat itu membawa limbah, yakni YS dan DR. Keduanya sekarang masih diperiksa secara intensif oleh penyidik, karena limbah yang dibawanya itu sangat berbahaya dan beracun.

“Ini masih didalami penyidik. Karena dari pengakuan kedua yang diamankan ini limbah yang dibawanya itu berasal dari tujuh rumah sakit yang ada di berbagai daerah wilayah Jawa Timur,” terang Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera, Selasa (24/10).

Menurut dia, dua truk yang diamankan berisikan limbah medis yakni infus, potongan daging manusia yang masih terdapat darahnya itu seharusnya dimusnahkan. Karena hal itu berdampak buruk bagi lingkungan sekitarnya, apabila tidak sesegera mungkin dimusnahkan.

“Jika lebih dari 2×24 jam tidak dimusnahkan bisa berdampak pada lingkungan hidup,” katanya.

Wadireskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengakui, jika dalam kurun waktu 2×24 jam tidak dimusnahkan limbah yang mengandung B3 (bahan beracun dan berbahaya) bisa berdampak pada lingkungan hidup.

Apalagi, limbah medis yang diambil oleh perusahaan PT Arah Environmental Indonesia beralamatkan di Jalan Kali Rungkut itu terbengkalai sudah lebih dari 5×24 jam.

“Kalau tidak ditindak sesegera mungkin, limbah yang diambil oleh perusahaan PT Arah Environmental Indonesia berasal dari tujuh rumah sakit di berbagai daerah Jawa Timur itu bakal bisa mengganggu masyarakat yang tinggal dekat dengan perusahaan,” ujar Arman Asmara.

Saat disinggung mengenai tujuh rumah sakit itu milik pemerintah, Arman enggan berkomentar, karena kasusnya masih didalami oleh penyidik. “Ini didalami. Tapi, yang jelas tersangkanya ini bisa saja dari perorangan, korporasi ataupun badan usaha itu sendiri,” katanya.

[rnd]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge