0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingin Berkembang, UMKM Harus Manfaatkan Layanan Digital

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) didorong untuk dapat menggunakan layanan digital dalam upaya perluasan pemasaran. Hal itu perlu dilakukan, karena hasil survei menunjukan bahwa kesadaran para pelaku UMKM masih cukup minim dalam penggunaan teknologi digital.

“Perubahan ke era digital memang tidak bisa dilawan. Sehingga jika ingin berkembang, harus mampu merangkul dan menggunakannya untuk pengembangan bisnis, ” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Selasa (24/10).

Bandoe mengatakan, setiap perubahan akan menciptakan tantangan sekaligus peluang. Salah satu tantangannya adalah pola pikir UMKM yang belum selaras dengan perkembangan teknologi. Berdasarkan riset yang dilakukan Deloitte pada 2016, lanjut dia hanya 9 persen dari 57,9 juta UMKM di Indonesia yang serius menggunakan internet untuk menjual produknya. Dan 36 persen memiliki akses internet namun tidak digunakan untuk penjualan produk, 18 persen mengginakan jejaring media sosial untuk penjualan produknya dan 37 persen sisanya sama sekali tidak memiliki akses internet.

“Karena itu kita mendorong agar pelaku UMKM bisa dapat memanfaatkan layanan digital. Mengingat potensi UMKM di Solo ini sebenarnya cukup besar,” jelasnya.

Lebih lanjut Bandoe menyampaikan, bahwa pangsa pasar kredit UMKM di Soloraya per September 2017 tercatat mencapai 32,18 persen terhadap total kredit yang disalurkan. Sementara untuk pangsa terbesar diduduki oleh sektor perdagangan sebesar 61,2 persen dan industri pengolahan 14,9 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge