0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penelitian Ungkap Jika Manusia Bisa Berkeringat Darah

Tabung. (Dok: Timlo.net/ Nextshark. )

Timlo.net—Sebuah kasus medis tidak lazim memberikan arti baru untuk kata menangis dan berkeringat darah. Menurut penelitian kasus itu yang diterbitkan Senin (23/10) dalam the Canadian Medical Association Journal, seorang wanita Italia berusia 21 tahun masuk ke rumah sakit. Dia mengeluhkan sebuah gejala yang aneh dan menakutkan.

Wajah dan telapak tangannya mengeluarkan darah beberapa kali selama tiga tahun tanpa penyebab jelas. Dia tidak melihat ada kulit yang sobek. Darah keluar tanpa peringatan dan bertambah parah saat dia mengalami stres. Wanita itu menjadi terisolasi secara sosial karena kondisi itu.

Para dokter itu merawatnya untuk gejala gangguan panik dan depresif besar. Tapi tes uji fisik wanita itu normal, tulis Time. Tapi pendarahan itu tidak berhenti. Akhirnya para dokter memberikan diagnosa yang langka dan kontroversial: hematohidrosis atau keringat darah. Wanita itu dirawat dengan propranolol, sebuah beta-blocker yang umumnya digunakan untuk mengatur tekanan darah dan detak jantung. Pendarahannya memang tidak berhenti seluruhnya, tapi gejala-gejalanya berkurang.

Dalam kasus hematohidrosis, darah menetes keluar dari kulit yang sehat seperti halnya keringat. Menurut The National Institutes of Health Genetic and Rare Diseases Information Center, hal ini umumnya dialami di bagian wajah, telinga, hidung dan mata. Keringat darah biasanya dihubungkan dengan stres emosional dan rasa takut. Beberapa orang dengan kondisi ini bahkan menangis darah.

Hematohidrosis adalah kondisi yang sangat langka tapi bukanlah hal baru. Alkitab mengisahkan Yesus berkeringat darah di malam sebelum disalib. Menurut sejarawan medis dan hematologis Jacalyn Duffin yang menulis pengantar untuk artikel di jurnal itu, kasus keringat darah dicatat paling awal pada abad ketiga sebelum Masehi.

Sekalipun demikian, ada banyak dokter yang tidak tahu tentang hematohidrosis. Termasuk kenapa hal itu terjadi. Ada banyak ketidakpastian sehingga beberapa dokter beranggap jika diagnosis itu tidak valid. Artikel dalam jurnal menulis jika tidak ada penjelasan mengenai sumber pendarahan. Hipotesa awal menyatakan darah melewati kelenjar keringat karena penyempitan dan pelebaran di dekat pembuluh darah yang tidak normal. Tapi hipotesa itu belum terbukti secara ilmiah.

Jacalyn percaya jika kondisi itu nyata tapi disalah mengerti. “Ironisnya, untuk sebuah dunia yang semakin sekuler, hubungan hematohidrosis dengan misteri agama yang sudah lama ada membuat kehadirannya sulit diterima. Sepertinya manusia memang bisa berkeringat darah, walaupun lebih sering secara metafora dan jarang secara harfiah,” tulis Jacalyn.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge