0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Laporkan Hakim Cepi, Peneliti ICW Dimintai Bukti

(merdeka. com)

Timlo.net – Mahkamah Agung (MA) memanggil peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana, Senin (23/10). Kurnia dipanggil untuk melakukan verifikasi bukti selaku pelapor hakim tunggal praperadilan Setya Novanto, Cepi Iskandar.

“Pemeriksaan pertama seperti verifikasi laporan, jadi kita masih bawa bahan yang sama ditambah dengan beberapa tinjauan hukum baru,” ujar Kurnia di gedung Sekretariat Mahkamah Agung, Jakarta Pusat, Senin (23/10).

Kurnia mengatakan dirinya telah melakukan pengkajian lebih dalam bukti-bukti fakta persidangan praperadilan Setya Novanto. Pada pemeriksaan ini, tidak ada saksi baru maupun bukti baru.

Ada dua bukti kuat yang mengaitkan pelanggaran kode etik yang dilakukan Hakim Cepi Iskandar ketika memutuskan menggugurkan status tersangka Setnov.

Pertama, ketika hakim Cepi menanyakan status kelembagaan KPK. Menurutnya itu jelas tidak sesuai lantaran tidak masuk materi praperadilan.

Kedua adalah penolakan hakim Cepi ketika KPK meminta membuka rekaman keterlibatan Setnov. Rekaman itu, menurut Kurnia, merupakan alat bukti yang menguatkan status tersangkanya. Sebab, berdasarkan KUHAP, rekaman tersebut salah satu dari dua minimal alat bukti yang menjerat Setnov sebagai tersangka.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge