0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Indeks Membaca Penduduk Indonesia Rendah

(Pameran buku murah di kantor perpustakaan dan arsip daerah Karanganyar. (Foto: Raymond))

Karanganyar – Upaya untuk mendongkrak budaya literasi harus terus dilakukan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah sampai ke tingkat desa. Penerbit pun didorong mengemas produk bacaan secara menarik, terutama di sinopsis atau rangkuman. Instansi perpustakaan daerah perlu berinovasi pada pengelolaannya.

“Indeks membaca Indonesia sangat rendah. Perbandingannya 1 banding 1.000, artinya di antara seribu penduduk hanya satu orang yang gemar membaca. Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip pemprov Jateng, M Masrofi kepada wartawan usai membuka pameran buku murah di aula kantor Disarpus Karanganyar, Jumat (20/10).

Ia tak menampik pesona gadget mengalihkan perhatian masyarakat membaca literatur buku. Meski gadget memberikan pula pilihan informasi, namun lebih banyak masyarakat mengonsumsi hiburannya.

Indeks membaca Indonesia berada di urutan ke-61 dari 62 negara. Kita hanya setingkat di atas Ghabon. Satu level di bawah Thailand yang ada di urutan ke-60, ujarnya.

“Di perpustakaan Jateng mulai dikembangkan e-library atau perpustakaan digital. Sehingga di manapun, masyarakat bisa membaca buku dengan mengaksesnya lewat gawai mereka,” tuturnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge