0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Hujan Mengintai 7 Desa Rawan Lahar Dingin Merapi

Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)
Klaten — Puluhan desa di wilayah Kabupaten Klaten rawan mengalami bencana alam berupa banjir, tanah longsor, dan lahar hujan selama musim hujan 2017. Mengantisipasi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menyiagakan posko induk.
“Untuk penanganan bencana musim hujan, posko induk yang ada di kantor BPBD akan siaga 24 jam. Sedangkan pembentukan posko banjir masih menunggu instruksi dari provinsi,” kata Kepala BPBD Klaten, Bambang Giyanto, Jumat (20/10).
Berdasarkan pemetaan, BPBD mencatat, sebanyak 76 desa rawan bencana musim hujan. Detilnya, 62 desa rawan banjir, 7 desa rawan longsor, dan 7 desa rawan lahar hujan. Masyarakat pun diminta waspada menghadapi menghadapi bencana yang mungkin terjadi.
Selain itu, lanjut Bambang, penduduk yang tinggal di daerah rawan longsor diharapkan untuk pindah sementara ke lokasi aman ketika hujan deras. Kemudian, para penambang pasir di aliran Kali Woro diminta hati- hati jika sewaktu-waktu turun hujan ekstrem yang mengakibatkan lahar hujan.
“Titik rawan bencana sudah kami sosialisasikan ke masyarakat. Sehingga kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk mengurangi resiko kebencanaan,” papar Bambang.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim penghujan terjadi mulai Oktober sampai Februari 2018 mendatang. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Desember 2017 sampai Januari 2018.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge