0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Daftar Negara Dengan Ujian SIM Tersulit dan Termudah di Dunia

Ujian SIM. (Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian)

Timlo.net—Gagal ujian praktek SIM (Surat Izin Mengemudi) mungkin masuk ke dalam daftar pengalaman paling menakutkan dalam hidup kita. Tapi hal ini tidak dialami warga Meksiko. Hal ini karena mereka tidak perlu ikut ujian SIM di sana. Fakta unik itu terungkap dalam sebuah infografis yang dirilis tahun lalu. Infografis itu berisi bagan perbedaan ujian SIM di beberapa negara di seluruh dunia.

Bila Meksiko adalah negara dengan ujian SIM termudah, maka Finlandia dan Jepang adalah negara dengan ujian SIM tersulit. Menurut infografis yang dibuat oleh foraymotorgroup.co.uk, warga Jepang sulit memperoleh SIM karena syaratnya cukup berat. Mereka harus lulus ujian teori dan praktek ditambah ujian kecerdasan. Ujian kecerdasan itu berisi tes untuk menguji jika pemohon SIM buta warna, memiliki pendengaran dan kesehatan fisik yang baik.

Salah satu hal unik yang diminta penguji pada pemohon SIM untuk mobil adalah mengemudi mundur melewati tikungan berbentuk S. Negara Denmark juga memiliki tes yang sulit. Seperti di Indonesia, warga Denmark harus melewati tikungan berbentuk huruf 8 dan berbagai rintangan. Mereka juga harus mengikuti kelas pertolongan pertama pada kecelakaan selama 7 jam.

Sementara di Finlandia, para pemohon SIM harus ikut kelas praktek mengemudi selama 18 jam. Mereka diminta memperagakan keterampilan mengemudi atau berkendara dalam cuaca dingin dan es juga di malam hari, tulis Daily Mail.

Selain Meksiko, India dan Pakistan adalah dua negara lain yang masuk dalam daftar negara termudah untuk memperoleh SIM. Di Pakistan, warga yang ingin memperoleh SIM untuk mobil hanya diminta mengendarai melewati rangkaian rintangan kerucut. Oleh karena itu, 80 persen warga lulus ujian SIM. Sementara di India, warga yang diminta mengemudi lurus, belok kiri dan berhenti. Jika Anda punya uang, Anda bisa membayar uang senilai 500-1000 Rupee supaya memperoleh SIM tanpa ikut ujian.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge