0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyaluran Kredit di Soloraya Ditopang dari Modal Kerja

Bandoe Widiarto (Setyo Pujis)

Solo – Perkembangan kredit di wilayah Soloraya pada awal semester  dua terpantau terjadi perlambatan jika dibanding tahun sebelumnya. Seretnya penyaluran kredit yang dilakukan oleh perbankan tersebut lebih banyak disebabkan karena faktor ekonomi yang sedang lesu.

“Jumlah kredit yang disalurkan hingga Agustus 2017 tercatat mencapai Rp 76,53 Triliun. Kendati ada pertumbuhan tapi trennya masih cenderung melambat,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan,Kamis (19/10).

Secara spesial, Bandoe menyampaikan perlambatan kredit terjadi di Sukoharjo, Wonogiri dan Klaten. Sedangkan untuk wilayah Solo, Boyolali dan Karanganyar cenderung mengalami peningkatan.

Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit di Soloraya masih didominasi oleh kredit modal kerja sebesar 56,3 persen, kemudian disusul oleh kredit konsumsi sebesar 24,1 persen dan investasi sebesar 19,7 persen. Dari ketiga jenis penggunaannya itu, menurutnya kredit investasi tercatat yang paling banyak terjadi koreksi jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pada Agustus kemarin pertumbuhan kredit investasi hanya diangka 2,4 persen. Atau turun jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang berhasil tumbuh  diangka 16,12 persen,” jelasnya.

Sementara itu jika dilihat dari sector ekonomi, ia menyebut kucuran kredit yang dilakukan perbankan mayoritas disalurkan kepada industry pengolahan sebesar 32 persen, kemudian diikuti oleh perdagangan besar dan eceran sebesar 28,4 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge