0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Waktu Jeda, Kinerja KPU Dipertanyakan

Sosialisasi Tahapan dan Calon Perseorangan Pilgub Jateng (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dipertanyakan saat tidak ada kegiatan Pemilu. Selama ini banyak kalangan menilai KPU hanya bekerja kalau ada momen Pemilihan Bupati (Pilbup), Pemilihan Gubernur (Pilgub), Pemilihan Legeslatif (Pileg) dan Pimilihan Presiden (Pilpres).

“Seakan-akan KPU itu kerjanya hanya mendekati Pemilu, sedang waktu jeda tidak ada kegiatan,” kata Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Muhammad Fadlan, Kamis (19/10).

Fadlan menilai seharusnya KPU melakukan pendidikan politik terhadap masyarakat ketika tidak ada tahapan Pemilu, baik Pilbup, Pilgub, Pileg atau Pilpres. Tidak ada salahnya kalau pemerintah memberikan anggaran tersendiri ke KPU khusus untuk melakukan pendidikan politik.

Bagaimanapun dia melihat, banyak proses Pemilu yang dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik, seperti adanya politik uang atau money politik. Fenomena tersebut selalu terjadi tidak saja di daerah, tapi juga Pemilu secara nasional.

“Para ulama menghendaki proses pemilu harus dilakukan tanpa cara-cara yang haram. Risywah (suap-Red) itu jelas tidak baik. Kalau nanti misalnya terpilih jadi pemimpin juga berdarah haram,” tegas Fadlan.

Dia menyatakan, KPU sebagai penyelenggara pemilu juga ikut andil terhadap hasil pemilu itu sendiri. Untuk itu KPU harus bisa mengantisipasi sedini mungkin bagaimana menyelenggarakan pemilu yang bersih, transparan dan tidak terjadi money politik.

Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota KPU Jawa Tengah Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM, Diana Ariyanti membantah kalau KPU hanya bekerja ketika ada pemilu. Kegiatan KPU bisa dilihat melalui media sosial (medsos) di setiap daerah.

Selama ini pihaknya tetap bekerja untuk memberikan pendidikan pendidikan politik di sekolah-sekolah. Sasarannya adalah pelajar yang merupakan pemilih pemula. Selain itu pihaknya juga aktif melakukan pemutakhiran data pemilih kendati tidak ada mmomen pemilu.

“Saya malah balik bertanya, kok bisa bilang seperti itu. Sebenarnya sudah diinformasikan di medsos secara luas. Nggak benar itu bekerja kalau ada pemilu. Tapi setiap saat kita lakukan kerjaan,” paparnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge