0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasoepati: Komdis PSSI Tidak Profesional

Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo — Petinggi kelompok suporter Persis Solo, Pasoepati angkat bicara menanggapi rangkaian hukuman kontroversial dari Komisi disiplin (Komdis) PSSI. Laskar Sambernyawa digelontor sanksi dalam kurun waktu dua pekan terakhir. Komdis PSSI serta operator kompetisi yakni PT Liga Indonesia Baru dinilai tidak profesional dalam menangani kasus ini.

“Komdis dan operator kompetisi tidak bersikap profesional. Mau komplain tapi apa daya kami. Teman-teman saya pastikan apa yang terjadi di Cilegon, ya jauh berbeda dengan yang ditudingkan oleh komdis. Ya maaf, ini terkesan settingan,” terang Wakil Presiden Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, Rabu (18/10) malam.

Anggota DPRD Kota Surakarta ini juga meyakini bahwa ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan Persis Solo yang telah memasuki fase krusial di babak delapan besar. Pihaknya dan puluhan ribu suporter Pasoepati tetap bertekad mendukung penuh perjuangan Laskar Sambernyawa.

“Tidak bisa dibuktikan namun bisa dirasakan kalau ada niatan untuk menjatuhkan Persis. Kasus yang lebih besar hingga menyebabkan kematian suporter, kan seharusnya lebih diperhatikan. Mudahnya Pasoepati mendapat sanksi padahal kami sangat kooperatif dalam koordinasi,” imbuhnya.

Ginda menambahkan, aksi pengumpulan koin yang digalang para anggota Pasoepati, kemungkinan akan berlanjut. Sebelumnya, penggalangan dana untuk membantu keringanan denda telah dilakukan dan terkumpul lebih dari Rp 15 Juta dan diserahkan kepada manajemen Persis.

“Bukan soal besar kecilnya nilai yang terkumpul, namun sikap reaksi militansi teman-teman bahwa kami masih peduli untuk tim ini,” tandas Ginda.

Seperti diketahui, tim pelatih yang dipimpin Widyantoro harus disanksi 12 bulan tidak boleh berkecimpung di dunia sepak bola Indonesia serta denda uang ratusan juta rupiah.

Terbaru, empat pemain Persis juga didakwa melakukan penyerangan terhadap wasit dalam pertandingan di Cilegon akhir bulan lalu. Sehingga dikenai larangan bermain ditambah total denda puluhan juta rupiah. Belum lagi Persis juga mendapat sanksi denda mencapai lebih dari Rp 30 Juta karena suporternya dianggap masuk ke dalam lapangan di pertandingan itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge