0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Even Budaya Bakal Meriahkan Hangestibumi Maskarebet

Workshop Perancangan Even Berbasis Budaya Lokal di Balai Desa Kerebet (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Desa Kerebet, Kecamatan Masaran bakal menggelar even budaya yang diambil dari budaya lokal desa setempat. Even dengan tema Hangestibumi Maskarebet ini adalah pertama kali diadakan dengan tujuan untuk mengangkat kembali budaya jaman dulu yang sekarang sudah mulai dilupakan.

“Salah satunya adalah festival dolanan anak. Kita tahu dolanan tradisional anak itu sudah mulai terpinggirkan. Ini nanti untuk mengedukasi anak yang sekarang sibuk dengan gatget, bisa berinteraksi dengan teman-temannya,” kata Kepala Desa Kerebet, Anggun Mahardika, Rabu (18/10).

Ditemui di sela-sela Workshop Perancangan Even Berbasis Budaya Lokal di Balai Desa Kerebet, Anggun mengatakan, ada tiga kegiatan yang bakal digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Selain Festival Dolanan Anak, ada dua even yang masih mengangkat budaya lokal setempat, yaitu Pasar Barongan dan panggung Kerebet.

Menurut Anggun, dalam Pasar Barongan yang digelar tanggal 22 Oktober tersebut akan disajikan berbagai menu makanan tradisional kas Desa Kerebet. Tidak hanya makanan, tapi peralatan yang digunakan pun serba tradisional. Sambil menikmati jajanan, pengunjung bisa melihat panggung hiburan.

Budaya lain yang bakal diangkat adalah Festival Panggung Kerebet. Di sini akan ditampilkan serba bambu yang dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk didokumentasikan.

“Harapannya setiap even itu akan dikunjungi baik dari warga Desa Kerebet dan luar, dengan demikian ekonomi warga juga bisa terangkat,” ujarnya.

Sementara Dwi Wahyudiarto, Dosen Tari dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menyambut baik pagelaran budaya yang digagas Pemerintah Desa Kerebet tersebut. Pihaknya memang diminta untuk menyelenggarakan even yang mengangkat potensi budaya lokal.

“Kami juga akan menampilkan karya-karya kami selain juga terlibat sebagai pengarah,” kata Wahyu.

Dia menambahkan, kesadaran masyarakat Desa Kerebat dinilainya sudah punya kesadaran tinggi terhadap potensi yang dimiliki desa, baik alam atau budayanya. Pihaknya bakal menerjunkan sekitar 60 mahasiswa yang terlibat dalam setiap even.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge