0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Alasan Pendaftaran Paslon Gubernur Independen Lebih Diseriusi KPU

Komisioner KPU Jawa Tengah Divisi Hukum, Mohamad Hakim Junaidi (timlo.net/raymond)

Karanganyar — KPU Jawa Tengah sengaja menyampaikan lebih awal tahapan krusial pendaftaran calon/pasangan calon gubernur/wakil gubernur Jawa Tengah dari jalur perseorangan, daripada dari pengusungan parpol. Sebab, pencalonan dari jalur perseorangan atau independen dinilai lebih rumit.

”Syarat parpol yang ingin mengusung calon gubernur sendiri adalah harus memiliki jumlah perolehan kursi di daerah Pilkada sebanyak 20 persen. Atau parpol memiliki 25 persen dari akumulasi suara sah dalam pileg terakhir. Cenderung memprosesnya lebih mudah dibanding pencalonan dari independen yang harus menyerahkan bukti dukungan 1.781.606 penduduk berhak pilih,” kata Komisioner KPU Jawa Tengah Divisi Hukum, Mohamad Hakim Junaidi kepada wartawan usai menyosialisasikan tata cara pencalonan gubernur jalur independen di SFA Resto, Selasa (17/10).

Adapun waktu penyerahan persyaratan pencalonan ke KPU Jateng pada 22-26 November 2017. Selanjutnya akan diteliti validitasnya meliputi jumlah dukungan, verifikasi lapangan, dan kemungkinan dukungan ganda. Untuk pendaftaran bakal paslin dari perseorangan maupun partai politik dilakukan secara bersama pada 8 Januari 2018.

”KPU menyelenggarakan Pilgub Jateng itu berpedoman becik tur nyenengke. Artinya, seluruh prosesnya baik dan hasilnya membuat senang semua orang,” katanya.

Sejauh ini, sejumlah kalangan intens menanyakan tata cara pendaftaran paslon perseorangan di help desk KPU Jateng. Antara lain dari paguyuban PKL, perajin dan komunitas lainnya. Namun, belum sampai memunculkan figur calon. Ia mengandalkan KPU kabupaten/kota dalam melakukan verifikasi dukungan dari paslon perseorangan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge