0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keraton Yogyakarta Gelar Jamasan Kereta Kencana

Puluhan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjamasi dua kereta pusaka kerajaan, Selasa (17/10). (merdeka.com)

Timlo.net – Puluhan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjamasi dua kereta pusaka kerajaan, Selasa (17/10). Kedua kereta tersebut masing-masing Kanjeng Nyai Jimat dan Kereta Kyai Manik Retno. Jamasan dua kereta ini dilakukan di halaman Museum Kereta Keraton Ngayogyakarta yang berada di Jalan Rotowijayan, Kota Yogyakarta.

Sebagaimana sudah menjadi tradisi, untuk menjamas dua pusaka keraton ini dilakukan pada hari pasaran atau hitungan Jawa, Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon di Bulan Sura.

Kanjeng Nyai Jimat sendiri digunakan semasa zaman Sultan Hamengku Buwono I hingga masa Sultan Hamengku Buwono V. Kereta yang sejenis dengan Kanjeng Nyai Jimat saat ini hanya tinggal tersisa dua di dunia. Yang satu tersimpan di Museum Kereta Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sedangkan yang satunya lagi tersimpan di museum di Portugal.

Kereta ini biasanya ditarik dengan delapan ekor kuda dan digunakan saat penobatan Sultan. Kanjeng Nyai Jimat sendiri merupakan koleksi kereta paling tua yang dimiliki Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sedangkan kereta Kyai Manik Retno digunakan semasa Sultan Hamengku Buwono IV hingga Sultan Hamengku Buwono V bertahta. Kereta ini merupakan tipe jenis pesiar. Biasanya kereta ini dikemudikan sendiri oleh Sultan.

Dua kereta ini dijamas di dua lokasi yang berbeda. Kanjeng Nyai Jimat dijamas di sisi selatan museum sedangkan Kyai Manik Retno dijamas di depan museum. Selain menjamas dua kereta pusaka ini, ada beberapa kereta lain yang juga turut dijamas. Untuk menjamasnya sendiri menggunakan air bunga, jeruk nipis dan minyak cendana yang dicampur menjadi satu.

Menurut putri keempat Sultan HB X, GKR Hayu yang hadir langsung ke Museum Kereta, jamasan merupakan acara rutin tahunan yang digelar setiap bulan Sura. Selain menjamas kereta, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat juga menjamas beberapa pusaka di dalam kompleks Keraton.

“Prosesi jamasan kereta keraton adalah prosesi tahunan, yang intinya adalah membersihkan kotoran yang menempel di kereta. Ini kan peninggalan dari leluhur, harus dijaga, intinya kan begitu,” jelas GKR Hayu.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge