0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Djoko Susilo yang Disita KPK Masih Bersengketa

​Kuasa hukum Poppy Femialya, Hawit Guritno (jas abu-abu) memberi keterangan kepada wartawan, Selasa (17/10)​ (dok.timlo.net/ichsan rosyid)
Solo — Rumah yang sitaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dihibahkan kepada Pemerintah Kota Solo masih berperkara di Pengadilan Negeri Jawa Tengah. Kuasa hukum Poppy Femialya mengajukan banding setelah dinyatakan kalah di Pengadilan Negeri Surakarta dengan nomor perkara 259/PDT.G/2016/PN.SKA.
“Tanah dan bangunan milik sah klien kami saat ini masih status quo,” kata kuasa hukum Poppy Femialya, Hawit Guritno, Selasa (17/10).
Meski dinyatakan kalah di Pengadilan Negeri Surakarta, Hawit mengatakan dalam persidangan pihaknya mampu membuktikan bahwa aset yang kini bernilai Rp 49 miliar itu didapatkan Poppy melalui proses yang sah. Poppy, anak Djoko Susilo, membeli tanah dan bangunan di Jl Perintis Kemerdekaan No 70, Sondakan, Laweyan, Solo itu pada tahun 2007 berdasarkan akta jual beli nomor 451/Laweyan/2007 tanggal 14 Desember 2017.
Tanah tersebut kemudian dibukukan dalam Buku Tanah Hak Milik No. 3142 atas nama Poppy Femialya. Hal ini, menurut Hawit, membuktikan bahwa aset tersebut tidak berhubungan dengan kasus korupsi Simulator SIM yang dilakukan Djoko Susilo tahun 2012 silam.
“Tindak pidana Pak Djoko diduga dilakukan tahun 2010-2012. Sedangkan klien kami membeli tanah tersebut tahun 2007,” kata dia.
Setelah dinyatakan kalah, Hawit mengajukan banding di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. “Saat ini masih dalam pemeriksaan tingkat banding,” kata dia.
Seperti diketahui, mantan Kakorlantas Djoko Susilo dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi Simulator SIM dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kerugian negara dalam kasus Simulator SIM dinyatakan mencapai Rp 32 miliar. Sementara dalam kasus TPPU, KPK menyita aset Djoko Susilo senilai Rp 600 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge