0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

OJK Minta Calon Nasabah Lebih Teliti Saat Akad Kredit

Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Hingga Oktober 2017 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo terima ratusan aduan dari nasabah.  Aduan tersebut muncul karena kebanyakan nasabah tidak terlalu paham dengan persetujuan akad kredit yang dilakukan saat awal pengajuan.

“Rata-rata aduan yang masuk karena nasabah tidak teliti saat melakukan penandatangan akad kredit. Sehingga dikemudian hari ada yang merasa dirugikan akibat suku bunga yang besar, jangka waktu pengembalian agunan yang terlalu lama serta denda yang besar,” ujar Kepala OJK Solo, Laksono Dwionggo kepada wartawan, Senin (16/10).

Menurutnya, aduan yang banyak diterima oleh OJK berkaitan dengan lembaga pembiayaan perbankan. Hal itu mengingat, selama ini kecenderungan masyarakat lebih banyak menggunakan jasa dari industry perbankan dari pada produk pembiayaan yang lain.

“Paling banyak memang perbankan. Kalau BPR, koperasi dan industri keuangan yang lain jumlah aduannya relative sedikit,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Laksono jumlah aduan yang masuk di OJK sebanyak 139. Dari total aduan itu, 85 diantaranya bersifat tembusan. Sehingga pihaknya tidak perlu turun tangan untuk menindaklanjuti.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge