0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wanita yang Warnai Rambut Miliki Resiko Kanker Lebih Besar

Warnai rambut. (dok: timlo.net/ metro.co.uk)

Timlo.net—Seorang ahli bedah menyarankan masyarakat tidak mewarnai rambutnya lebih dari enam kali dalam setahun jika mereka ingin terhindar dari kanker. Profesor Kefah Mokbel, ahli bedah payudara dari Princess Grace Hospital di London tengah, Inggris mengungkapkan jika wanita yang mewarnai rambutnya memiliki resiko 14 persen lebih besr terkena kanker payudara.

Dia menyarankan para wanita yang ingin mewarnai rambut untuk menghindari pewarna sintetis. Mereka dianjurkan memakai bahan alami, tulis Metro.co.uk. Profesor Kefah menyimpulkan, “Walaupun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil penelitian kami, penemuan kami menyatakan jika terpaan terhadap pewarna rambut menimbulkan resiko kanker payudara.”

Dia lalu menulis di Twitter, “Para wanita disarankan mengurangi terpaan pewarna rambut sintetis menjadi dua kali per tahun, dan menjalani pemeriksaan payudara dari usia 40.”

“Lebih disarankan untuk memilih pewarna rambut dengan aromatic amines seperti PPD dalam jumlah yang rendah (kurang dari 2 persen). Penelitian lebih jauh diperlukan untuk mengklarifikasi hubungan antara pewarna rambut dan resiko kanker payudara untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada wanita,” terangnya.

Tapi Sanna Heikkinen dari the Finnish Cancer Registry menambahkan, “Kami memang mengamati hubungan statistik antara penggunaan pewarna rambut dan resiko kanker payudara dalam studi kami. Akan tetapi mustahil untuk memastikan hubungan sebab akibat yang sebenarnya. Mungkin saja, misalnya, wanita yang menggunakan pewarna rambut juga menggunakan kosmetik lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak pernah menggunakan pewarna rambut.”

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge