0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tidak Bermimpi Sama Berbahayanya Dengan Kurang Tidur?

Tidur. (dok: timlo.net/ mirror.co.uk)

Timlo.net—Sebuah penelitian menyatakan jika kehilangan mimpi atau tidak bermimpi saat tidur bisa menjadi akar dari berbagai penyakit. Contohnya, para peneliti berkata jika tidak bermimpi saat tidur bisa menimbulkan depresi. Dalam penelitian itu, mereka menjelaskan beragam faktor yang menyebabkan tidur rapid eye movement (REM) dan hilangnya mimpi.

Tidur yang dialami orang biasanya mengikuti sebuah pola. Dalam pola itu, tubuh mengutamakan tidur non REM yang lebih dalam. Kemudian, pada tengah malam hingga subuh, orang mengalami mimpi, selama tidur REM, tulis Times of India.

“Kita mengalami kekurangan mimpi seperti halnya kita kekurangan tidur. Banyak masalah kesehatan yang dikaitkan dengan kekurangan tidur sebenarnya merupakan kurangnya tidur REM,” ujar Rubin Naiman, asisten profesor dari University of Arizona, Amerika Serikat (AS). Dia berkata hilangnya mimpi ini bisa menimbulkan sakit, depresi dan erosi kesadaran.

Penelitian itu diterbitkan dalam the Annals of the New York Academy of Sciences. Para ilmuwan itu menguji data tentang penyebab dan jangkauan hilangnya mimpi REM yang dihubungkan dengan pengobatan, penyalahgunaan obat, gangguan tidur dan perilaku dan faktor gaya hidup. Para peneliti lebih lanjut lagi mengulas dampak hilangnya mimpi. Mereka menutup penelitian dengan rekomendasi mengembalikan tidur dan mimpi REM yang sehat.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge