0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Napak Tilas Penyelamatan Pemancar RRI Dimaknai Semangat Perjuangan

Panitia melepas regu pertama napak tilas dari Kantor RRI Surakarta (foto: Raymond)

Karanganyar – Rombongan pertama napak tilas dari RRI Surakarta sampai ke monumen pemancar RRI Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Sabtu (14/10) pukul 12.30 WIB. Regu ini dari warga desa tersebut yang memulai berjalan kaki dari Terminal Kemuning pada sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebagaimana diberitakan, napak tilas diberangkatkan dari halaman LPP RRI Surakarta pukul 06.30 WIB oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rohadi Widodo.

“Etape empat dan lima itu paling panjang dan berat. Selepas terminal Karangpandan sampai terminal Kampung dilanjutkan sampai ke monumen pemancar radio di Balong,” jelas Juliyatmono.

Ia mengatakan, napak tilas bukan sekadar melombakan regu pejalan kali. Namun masyarakat perlu tahu betapa beratnya pejuang saat menyelamatkan pemancar RRI yang akan dihancurkan penjajah pada masa revolusi kemerdekaan.

Para pejuang saat itu harus berjalan menggendong pemancar ditengah tengah gempuran senjata untuk bisa menyiarkan informasi kemerdekaan ke penjuru dunia.

Pantauan Timlo.net, para peserta menunjukkan kekompakan dan kostum istimewa. Seperti regu dari SMPN 2 Mojogedang yang membawa miniatur radio terbuat dari kardus bekas dan papan.

Para peserta di etape terakhir menyempatkan diri berswafoto di dua bangunan yang merupakan monumen pemancar RRI di Dukuh Mbalong RT 4 RW 3 Desa Mbalong. Terdapat modumen setinggi tiga meter menyerupai sendok garpu.

Di bagian bawah terdapat prasasti yang ditandatangani Menteri Penerangan Harmoko, pada 11 September 1985. Sementara 50 meter arah timur dari prasasti utama, dekat dengan sungai juga terdapat sebuah monumen pemancar RRI.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge