0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Uji Nyali Lewat Jembatan Darurat Jungke-Lalung

(Pengendara sepeda motor melewati jembatan sesek penghubung Jungke-Lalung. (Foto:Raymond))

Karanganyar – Pemasangan jembatan darurat terbuat dari anyaman bambu di ruas jalan penghubung Jungke-Lalung menjadi solusi sementara penyeberangan, sambil menunggu penyelesaian jembatan utama di jalur alternatif itu. Namun, dibutuhkan nyali melewatinya.

“Monggo silakan maju duluan. Saya takut,” ujar pengendara sepeda motor asal Papahan, Tasikmadu, Prastiwi (22), Jumat (13/10).

Gadis berjilbab itu baru kali pertama melewati jembatan berkondisi demikian. Dia melihat anyaman bambu penyusunnya goyah, apalagi tidak ada pengaman di bahu jembatan.

Panjangnya sekitar enam meter dengan lebar tak lebih dari satu meter. Untuk melintasinya, hanya bisa dipakai satu arah bergantian alias tidak bisa simpangan.

Setelah melihat pengendara sepeda motor lain selamat melewatinya, ia pun memberanikan diri berbuat serupa.

“Mau ke Lalung. Dulu, saat jembatan lama masih kuat, saya selalu lewat sini. Tapi setelah dibangun ulang, jalan sini ditutup. Terpaksa memutar jauh dengan melewati Taman Pancasila. Dengar-dengar ada jembatan darurat, lalu kenapa tidak dicoba? Ternyata begini kondisinya,” katanya.

Pantauan Timlo.net, sebenarnya lalu lintas cukup ramai di ruas jalur alternatif itu. Hanya saja, pengendara sepeda motor harus bersabar melintasi satu per satu jembatan darurat. Kendaraan roda empat tidak disarankan menerabas akses tersebut.

Jembatan itu dibangun sejak sebulan lalu, saat mulai turun hujan. Di bawahnya mengalir air sungai yang tak begitu deras. Pada musim kemarau lalu, area itu masih bisa dilewati sepeda motor tanpa perlu khawatir terjebak aliran sungai.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge