0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Qualcomm Tuntut Apple di Cina, Coba Cegah Penjualan iPhone

Qualcomm Snapdragon. (Dok: Timlo.net/ GSM Arena. )

Timlo.net—Pada 29 September di Cina, Qualcomm menembakkan serangan terakhirnya kepada Apple. Kedua perusahaan itu sendiri selama ini terlibat dalam perang hukum di seluruh dunia. Qualcomm menuduh Apple menggunakan teknologi yang ditemukan Qualcomm tanpa membayar. Tuntutan hukum itu dilayangkan ke pengadilan hak milik intelektual di Beijing. Isi tuntutan itu mengklaim jika ada tiga pelanggaran terhadap hak paten esensial non standar dan permintaan ganti rugi. Pada dasarnya produsen chip itu ingin pengadilan melarang produksi dan penjualan iPhone di Cina, tulis GSM Arena.

Larangan penjualan akan merugikan Apple. Sementara larangan produksi bisa melumpuhkan pasokan smartphone perusahaan itu secara global. Hal ini karena sebagian besar iPhone dibuat di Cina. Bila tuntutan Qualcomm dipenuhi pengadilan, Apple akan terkena dampak yang besar karena iPhone menyumbang dua pertiga penghasilan perusahaan itu.

Menurut Qualcomm pelanggaran yang dilakukan Apple terletak pada penggunaan teknologi manajemen energi dan Force Touch. Apple pertama kali menuntut Qualcomm pada Januari 2017 atas praktek penagihan pembayaran lisensi. Produsen iPhone itu berpikir jika Qualcomm tidak adil dalam penentuan persentasi biaya yang harus dibayar. Lalu Qualcomm menuntut Apple karena membuat modem mereka terlihat lebih lemah dibandingkan Intel. Lalu pada Juli 2017, produsen chip itu meminta ITC melarang penjualan iPhone di Amerika Serikat.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge