0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sempat Ditolak Keluarga, Makam Korban Penganiayaan Dibongkar

Makam korban penganiayaan dibongkar (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Satuan Reskrim Polres Sukoharjo membongkar makam korban penganiayaan yang dilakukan teman-temannya sendiri, Selasa (10/10). Pembongkaran ini sempat mendapat penolakan dari keluarga korban, namun karena dibutuhkan untuk melengkapi data penyelidikan akhirnya outopsi bisa dilakukan.

“Kita lakukan outopsi untuk melengkapi berkas penyelidikan yang sedang kita lakukan dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Makam korban kita bongkar dan langsung kita outopsi di RSUD Muwardi Solo dan kita makamkan lagi,” kata Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Rifeld Constantine Baba.

Keluarga korban Andi Parilian (22) awalnya menolak dilakukan pembongkaran karena masih merasa sedih, namun setelah diberikan pemahaman oleh pihak kepolisian, akhirnya diijinkan. Pembongkaran makam melibatkan puluhan aparat gabungan Polisi dan TNI berjaga di sekitar makam Desa Grogol, Kecamatan Grogol.

Korban Andi Aprilian dimakamkan seminggu yang lalu setelah ditemukan tewas di rumahnya sendiri pada (2/10). Korban meninggal dunia diduga akibat dianiaya tujuh teman-temannya setelah dituduh menjual handpone curian kepada salah satu tersangka.

“Sebenarnya kami dari keluarga tidak sepakat dengan pembongkaran makam ini, tapi karena untuk kepentingan proses hukum mau tidak mau harus dilakukan. Dan kepada para tersangka agar dihukum seberat-beratnya untuk pembelajaran dan mempertanggungjawabkan perbuatan kepada anak aya,” tandas ibu korban, Sumarti.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge