0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BP2D DPRD Kota Solo Sisakan Pembahasan Enam Raperda

Putut Gunawan (dok.timlo.net/daryono)

Solo – Badan Penyelenggaraan Peraturan Daerah (BP2D) masih menyisakan enam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (raperda) di tahun 2017 ini. Sempitnya waktu, yang hanya tinggal dua bulan efektif dinilai tidak dapat menampung seluruh pembahasan Raperda tersebut.

“Target sebelumnya ada 27 pembahasan Raperda yang masuk ke dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda-red). Dari total 27 raperda yang ditargetkan itu termasuk di dalamnya perda-perda rutin yang membahas mengenai anggaran. Sedangkan sisanya adalah Raperda yang berasal dari eksekutif serta perda inisiatif dari usulan DPRD,” terang Ketua BP2D DPRD Kota Solo, Putut Gunawan.

Mepetnya waktu penyelesaian, kata Putut, masih ditambah dengan dua Raperda dan permit yang belum disahkan dalam sidang paripurna. Sehingga diperkirakan tahun ini enam target raperda yang tersisa tidak bisa diselesaikan pembahasannya. Namun sayangnya, Putut tidak dapat menguraikan jenis raperda apa saja yang belum dapat diselesaikan.

“Belum bisa dijelaskan, karena Naskah Akademik (Na) belum diajukan ke BP2D. Biasanya jika sudah diajukan oleh Bagian Hukum Pemkot Solo nantinya akan jelas apa saja Raperda yang diajukan. Kalau dari jadwal awal tahun ada Raperda mengenai retribusi daerah dan perda perubahan mengenai pengelolaan pasar tradisional. Namun lebih jelasnya kami masih menunggu dari bagian hukum Setda Pemkot Solo,” katanya.

Sedangkan, empat pembahasan Raperda yang belum disahkan oleh paripurna yakni mengenai Raperda Penyelenggaraan Pendidikan, Raperda Sistem Kesehatan Daerah (SKD), Permit Pelepasan Aset atas tanah hak pakai (HP) Pemkot, dan Permohonan Tukar Guling tanah HP 46 milik Pemkot.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge