0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Terobosan Pemerintah Atasi Potensi Banjir yang Meningkat

Bengawan Solo meluap ke perkampungan warga Jaten. (foto: Raymond)

Sukoharjo – Sungai Bengawan Solo masih menyimpan potensi banjir yang cukup besar. Bahkan frekuensi dan durasi setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Ke depan, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) akan lebih fokus melakukan upaya pencegahan dibandingkan penanganan saat banjir terjadi.

“Kita telah mengidentifikasi dari data-data yang kita punya. Ternyata frekuensi, durasi dan kejadian banjir terus meningkat, bahkan peningkatan mencapai empat persen per setengah tahun. Kondisi ini perlu dilakukan pencegahan dengan sejumlah trobosan yang akan kita aplikasikan,” kata Kepala BBWSBS, Charisal Akdian Manu, Sabtu (30/9).

Sejauh ini BBWSBS lebih fokus melakukan penanganan banjir yang ternyata menyerap biaya yang sangat tinggi. Dengan perbandingan 90 persen untuk biaya penanganan banjir yang terjadi setiap tahun dan 10 persen untuk biaya pencegahan yang sejauh ini hampir tidak pernah dilakukan.

Ke depan, upaya pencegahan akan dimaksimalkan dengan mengakomodir kearifan lokal dan pelestarian alam di Daerah Aliran Sungai. Seperti dengan melibatkan masyarakat sekitar untuk membuat tanggul penahan longsor dengan teknik sipil masyarakat, serta pencegahan air masuk ke sungai secara alamiah dengan menanam pohon penahan air.

“ Kalau pencegahan yang hanya memakan biaya 10 persen ini dimaksimalkan, saya yakin bisa mengurangi anggaran untuk penanganan dan bisa dialokasika ke kegiatan lain. Dan ke depan kita akan menggunakan dua teknik, yakni teknik sipil murni dan teknik sipil masyarakat dalam membangun tanggul atapun jenis pekerjaan lain,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge