0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kekeringan, 7.000 Warga Hanya Andalkan Bantuan Air Bersih

Camat Tangen, Retno Wahyuningrum (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Sekitar 7000 warga Kecamatan Tangen yang terdampak kekeringan mendambakan adanya jaringan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PDAM) Sragen. Selama ini warga hanya mengandalkan air bersih dari Pamsimas yang debit airnya sangat minim pada musim kemarau.

“Ada 7000 jiwa lebih yang terdampak langsung kekeringan. Selama ini hanya mengandalkan bantuan air bersih. Semoga rencana ibu bupati membuat jaringan PDAM segera terwujud,” kata Camat Tangen, Retno Wahyuningrum, Selasa (26/9).

Di sela-sela droping air bersih dari BPR BKK Karangmalang di Dukuh Barong, Desa Galeh, Kecamatan Tangen, Retno menyampaikan, dari tujuh desa di Tangen, lima diantaranya mengalami krisis air bersih, yaitu Desa Dukuh, Ngrombo, Katelan, Sigit dan Galeh. Namun yang paling parah ada di Desa Ngrombo, Dukuh dan Galeh.

Sejak dua bulan terakhir ini warga hanya mengandalkan bantuan air dari Pemkab dan masyarakat. Pihaknya berharap program pembangunan jaringan air bersih yang direncanakan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati segera terlaksana.

Danramil Tangen Kapten Cpl Petrus Catur mengatakan, lima desa di Tangen yang mengalami krisis air bersih sangat terbantu dengan adanya droping air dari berbagai pihak.

”Kalau untuk wilayah Tangen sumber airnya mengadung karat dan keruh, sehingga tidak hanya musim kemarau warga tak jarang masih membeli air,” ujarnya.

Sementara Sri Wahono, tokoh masyarakat Tangen menyampaikan ada ribuan KK yang terdampak krisis air. Dia menyampaikan meski sudah mulai hujan beberapa hari, namun belum mampu mengisi sumber air dan sumur-sumur milik warga.

”Hujan belum membantu, istilahnya cuma ngurangi debu saja, tidak sampai mengisi sumber-sumber air,” jelas Wahono.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge