0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Warga Tiga Desa di Kecamatan Weru Krisis Air Bersih

Droping air bersih di Weru oleh Satlantas Polres Sukoharjo, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Sebanyak 400 KK di Kecamatan Weru, Sukoharjo, yang tersebar di tiga desa, masih mengalami krisis air bersih. Debit air dari Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang menjadi andalan warga sudah menyusut sejak Bulan Agustus, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

“Selama ini warga mengandalkan air dari Pamsimas, namun sejak Bulan Agustus, debit air menyusut karena musim kemarau, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan warga sehari-hari. Beruntung kami masih mendapat bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta yang peduli,” kata Harso Suwito, warga Desa Alasombo, Weru, Selasa (26/9).

Sejak debit air Pamsimas menyusut, setiap sore air pasti habis dan tidak bisa mengalir, sehingga warga harus rela berjalan lebih dari satu kilometer untuk mencari air bersih. Sedangkan warga mampu, setiap seminggu sekali membeli satu tangki air bersih untuk memnuhi kebutuhan keluarga.

Di Kecamatan Weru yang paling parah terdampak kekeringan dan krisis air bersih di Desa Ngreco dan Desa Alasombo. Sedangkan di Desa Karangmojo dan sekitarnya, sebagian warga masih mendapatkan air bersih melalui sumur dalam di beberapa titik.

“Di Alasombo, ada sebanyak tiga RT, sedangkan di Ngreco ada sekitar tiga RT yang kekurangan air bersih. Sedangkan empat  RT yang ada di Desa Karangmojo masih bisa teratasi dengan adanya beberapa sumur dalam, namun demikian warga masih berharap adanya bantuan air bersih sebelum musim penghujan,” tandas Camat Weru, Samino.

Sejumlah bantuan air bersih mulai berdatangan, seperti dari Satpol PP Sukoharjo dan sejumlah komunitas serta elemen masyarakat lainnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge