0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal November, PTSL di Wonogiri Ditarget Rampung

Kepala ATR / BPN Wonogiri Cahyono( kanan) saat menerima potongan tumpeng dari Bupati Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Program  Prona yang kini berubah nama menjadi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Wonogiri terus  berjalan dan menyasar di sejumlah kecamatan di Wonogiri. Bahkan program strategis nasional  dengan kuota ribuan bidang tanah itu, digadang-gadang rampung sebelum akhir tahun 2017.
“Kuota tahun ini totalnya sekitar 9750 bidang tanah,” ungkap Kepala ATR/ BPN Wonogiri, Cahyono, Senin (25/9).
Menurut dia, ada sembilan kecamatan yang mengajukan program penyertifikatan tanah tersebut. Mantan Kepala ATR/ BPN Klaten ini mengklaim, program PTSL sudah berjalan baik di tingkat desa dengan menggandeng kelompok masyarakat. Dia menyebut saat ini proses ukur lapang sudah selesai dilakukan. Tinggal proses selanjutnya yang  dilakukan di kantor ATR/ BPN setempat. Sedang PTSL  merupakan program nasional, dimana ada sejumlah biaya yang harus ditanggung oleh pemohon,sedang lainnya mendapat subsidi dari pemerintah pusat.
“Saya targetkan tahun ini, PTSL di Wonogiri rampung. Bahkan awal Nopember sudah clear,” bebernya.
Soal standarisasi biaya PTSL, Cahyono mengakui tidak ada batasan. Meski begitu, paska dikeluarkan SE Gubernur terkait biaya program Prona (PTSL) ada klausul yang menyebut bahwa biaya itu sesuai kesepakatan dengan masyarakat namun diambang batas kewajaran.
“Sebenarnya tidak ada. Tapi berkaca pada kasus yang terjadi di sejumlah tempat terkait pungutan dan saya kira itu hanya miss saja. Dan itu kan waktu SE belum turun. Namun demikian, saat ini ketika sudah ada kesepakatan antara instansi terkait, desa, Pokmas dan pemohon langsung ditindaklanjuti dengan dikeluarkan peraturan desa (Perdes) di masing-masing desa atau kelurahan,” katanya.
Terpisah, Camat Pracimantoro Warsito menambahkan, wilayahnya merupakan salah satu kecamatan yang mengajukan program PTSL yakni di Kelurahan Gedong. Menurut dia, proses ukur lapang sudah rampung beberapa bulan lalu,hanya tinggal menunggu proses selanjutnya.Ditambahkan, program tersebut sangat membantu warganya, khususnya warga miskin.
“Dulu diajukan jumlahnya hampir 1000 bidang tanah lebih, tapi hanya diakomodir sekitar 600 bidang saja,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge