0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FKPPI Berencana Perbaiki Makam Pejuang yang Rusak

FKPPI bersama TNI, Polri, LVRI, Pepabri, dan sejumlah ormas lain membersihkan makam penyanyi di TPU Bonoloyo, Minggu (24/9). Selanjutnya kegiatan serupa dilaksanakan di TPU Untoroloyo, Mojosongo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Sejumlah makam pejuang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bonoloyo dan Untaralaya rusak karena kurang terawat. Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan Indonesia berencana memperbaiki makam yang rusak tersebut dalam waktu dekat.

“Ini kita sekalian inventarisir semua makam pejuang yang ada di sini (TPU Bonoloyo). Supaya ketahuan yang rusak mana saja dan kerusakannya separah apa,” kata Koordinator Pelaksana Resik-resik Makam Pejuang, Gatot Sutanto usai kegiatan di Bonoloyo, Minggu (24/9).

Menurut pendataan sementara, sejumlah makam dalam kondisi rusak ringan hingga sedang. Kerusakan bervariasi mulai dari nisan yang retak, bambu runcing penanda makam pejuang berkarat. Bahkan beberapa penanda sama sekali hilang hanya menyisakan bekas penanda di atas nisan.

Gatot menjelaskan perbaikan akan dilaksanakan setelah koordinasi dengan organisasi-organisasi lain yang senapas dengan FKPPI seperti Legiun Veteran Republik Indonesia, DHC 45, Persatuan Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI/Polri (Pepabri). Selain itu, FKPPI juga akan melibatkan pihak TNI khususnya TNI Angkatan Darat.

Sementara itu, Ketua Panitia Ulang Tahun FKPPI ke-39 untuk wilayah Surakarta, Subandono mengatakan pihaknya mengingatkan juru kunci makam agar memberi perhatian lebih untuk makam pejuang. Terutama makam yang lama tak dikunjungi keluarga.

“Jasa mereka untuk kita sangat besar. Kalau bukan karena mereka mungkin kita juga tidak pernah ada. Saya minta ada perhatian khusus lah,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, FKPPI Cabang 1135 Surakarta bekerja bakti membersihkan makam pejuang di TPU Bonoloyo dan Untaralaya. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memperingati ulang tahun FKPPI ke-39.

“Di tingkat nasional kita ada kegiatan. Tapi khusus Solo kita adakan resik-resik makam pejuang bersama generasi muda,” kata Subandono.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge