0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Jatuh Tempo, Hutang Pembayaran PBB Mencapai Rp 6,3 M

Ilustrasi pajak bumi dan bangunan (dok.timlo.net/gg)

Klaten — Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Klaten bakal memaksimalkan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pasalnya, menjelang jatuh tempo PBB pada 30 September mendatang, target realisasi pelunasan baru 58,2 persen dari nilai baku.

“Nilai baku PBB tahun ini sebesar Rp 30 miliar. Sedangkan target realisasi PBB bisa lebih dari 80 persen dari nilai baku, atau sekitar Rp 24 Miliar,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penagihan BPKD Klaten, Harjanto Hery Wibowo, Selasa (19/9).

Menjelang H-10 jatuh tempo pelunasan, BPKD mencatat, realisasi pembayaran sebesar Rp 17,7 miliar atau 58,2 persen dari target yang ditetapkan. Capaian tersebut secara year on year (yoy) mengalami penurunan 4 persen dibandingkan periode serupa pada tahun sebelumnya.

“Memang terjadi penurunan, tapi enggak begitu signifikan. Selisihnya (realisasi pembayaran) sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu,” beber Harjanto mengenai kurangnya target pembayaran PBB tahun ini sebesar Rp 6,3 Miliar.

Mengingat penurunan tersebut, BPKD telah melakukan evaluasi. Pihaknya akan memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum jatuh tempo untuk mengejar pelunasan kepada wajib pajak.

“Guna mengejar target di waktu yang tersisa ini, kami akan lakukan intensifikasi PBB. Termasuk jemput bola (penagihan) langsung kepada wajib pajak bernilai besar,” imbuhnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge