0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ekonomi Lesu, Bisnis Ritel Stagnan

Suasana transaksi belanja di Hypermart SGM (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Lesunya kondisi ekonomi yang berakibat kepada lemahnya daya beli masyarakat pada tahun ini cukup berdampak kepada bisnis ritel di wilayah Solo.  Untuk menyiasati kondisi tersebut,  beberapa strategi dan pendekatan coba terus dilakukan agar dapat mendongkrak penjualan.

“Kondisi sekarang ini memang ekonominya agak berat. Bahkan dari sisi transaksi bisa dibilang tidak terlalu banyak mengalami perubahan jika dibanding tahun lalu,” ujar Store General Manager Hypermart Solo Grand Mall (SGM),  L Tri Wibowo kepada wartawan, Senin (18/9).
Sebelumnya, Tri mengaku mematok pertumbuhan bisnis pada ritelnya tahun ini bisa diangka dua digit.  Namun melihat kondisi saat ini yang dianggap cenderung stagnan, sepertinya ekspektasi itu sulit terpenuhi. 
 
“Kalau perbandingannya dengan tahun lalu memang kondisi sekarang cukup stagnan dan berat pertumbuhan dua digit itu bisa direalisasikan. Tapi demikian, kita masih optimis target volume transaksi pada tahun bisa tercapai.  Mengingat sekarang capaian kita sudah diangka sekitar 75 persen dari target sampai akhir tahun, ” jelasnya. 
 
Sementara untuk mendongkrak penjualan itu, ia menyampaikan gencar melakukan promosi harga. Termasuk menyediakan kelengkapan barang yang dibutuhkan masyarakat. 
Kondisi yang sama juga dirasakan ritel lainnya. Store Manager Lotte Mart The Park Mall, Siti Partimah menyampaikan, kondisi saat ini bagi pelaku usaha ritel cukup lumayan berat. Pasalnya, daya beli masyarakat turun akibat lesunya kondisi ekonomi. 
“Namun demikian sejauh ini kondisi di Lotte Mart The Park Mall sendiri masih tumbuh positif. Produk yang cukup banyak menyumbang pertumbuhan itu diantaranya adalah grocery, non food dan fresh,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge