0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Proyek Tol Semarang-Solo, Lahan Warga Terancam Dieksekusi Paksa

Pengerjaan Tol ruas Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Pengadilan negeri Boyolali dalam waktu dekat ini bakal mengeksekusi 31 bidang lahan milik warga Desa Kiringan, Boyolali. Eksekusi bakal dilakukan menyusul warga masih menolak ganti rugi lahan untuk proyek jalan tol Semarang-Solo, ruas Salatiga-Boyolali.

“Tahapan pembebasan lahan sudah selesai, tapi masyakarat masih menolak uang ganti rugi, terpaksa nanti kita lakukan pengusiran paksa,” kata Humas PN Boyolali, Agung Wicaksono, Senin  (11/9).

Dijelaskan, uang ganti rugi atau kompensasi saat ini dititipkan di Pengadilan Negeri Boyolali, menyusul proses hukum telah selesai. Eksekusi yang bakal dilakukan adalah tahap akhir dari tarik ulur uang ganti rugi antara pejabat pembuat komitmen pembebasan lahan dengan pemilik lahan.

“Ada warga yang akhirnya mengambil uang ganti rugi, setelah tahu bakal ada eksekusi paksa,” imbuhnya.

Untuk pelaksanaan eksekusi, pihaknya saat ini sedan berkoordinasi dengan Polres Boyolali. Terkait dengan pengamanan. Apalagi eksekusi ini baru pertama kalinya dilakukan pengadilan. Selain di Boyolali Kota,eksekusi serupa juga bakal dilakukan di Banyudono,Teras dan Mojosongo.

“Kalau tidak ajukan banding, kita akan lakukan eksekusi,” imbuhnya.

Terpisah, staf PPK Lahan Tol, Omaruzzaman, mengungkapan proses konsinyasi dilakukan sesuai dengan tahapan pembebasan lahan melalui jalur pengadilan paling banyak di Desa Kiringan, Boyolali Kota.

“Wilayah lain seperti Banyudono, hanya beberapa saja,” tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge