0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disparta ingin Pelaksana Even Buka Lokasi Alternatif

Kepala Dinas Pariwisata Solo, Anggoro Hexa, (timlo.net/heru gembul)

Solo — Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Solo mendorong para pelaku kesenian dan even untuk menciptakan kantong kesenian baru di Kota Bengawan. Hal ini bertujuan untuk lebih menegaskan keberadaan kota Solo sebagai kota budaya.

“Kalau kita ya menginginkan agar tidak disitu-situ saja kegiatan kebudayaan digelar,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Solo, Anggoro Hexa, Minggu (10/9).

Dikatakan, jika even kebudayaan diadakan tersebar di kampung-kampung, hal ini akan mendekatkan masyarakat dengan seni dan budaya. Harapannya bisa memancing kreatifitas masyarakat, sekaligus bisa mengurangi kejenuhan lantaran even budaya hanya dilaksanakan di lokasi pusat kota saja.

Selama ini agenda-agenda di kota Solo biasanya digelar di Benteng Vastenburg, Stadion Manahan, taman Balekambang, Pamedan Mangkunegaran dan Sriwedari.

“Karenanya butuh perbaruan. Misalnya kemarin ada festival kampung, kemudian ada kegiatan di Monumen Juang 45 di Banjarsari, dan lainnya. Mendekatkan dengan masyarakatlah,” kata dia.

Namun ide tersebut bukan tanpa kendala. Kendala yang paling utama adalah untuk even berskala besar, keberadaan ruang publik yang akan digunakan masih kurang luas untuk menampung jumlah penonton.

“Biasanya yang jadi kendala adalah jumlah penonton. Kalau evennya besar, diberi lokasi di Monumen 45 kan ya tidak bisa. Selama ini ya kita dorong, tapi kan pelaksananya bisa lain pendapat. Tapi tetap kita dorong untuk bisa menciptakan lokasi alternatif lain,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge