0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Panggung SIPA 2017 Berbentuk Kapal KRI Dewaruci

Pemrakarsa SIPA, Irawati Kusumorasri saat jumpa pers (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — SIPA (Solo International Performing Art) kembali digelar untuk kali ke-9. Mengambil lokasi di Benteng Vastenburg Solo, SIPA akan berlangsung selama tiga hari, 7-9 September 2017.

“Gelaran kali ini kita mengangkat tema Bahari Kencana Maestro Karya, yang kita tujukan untuk kekayaan hayati dan biota laut kita,” kata pemrakarsa SIPA, Irawati Kusumorasri, saat jumpa pers, Selasa (5/9) siang.

Dikatakan, pihaknya menyiapkan 5000 tempat duduk untuk penonton. Ira juga menyebutkan, hampir semua yang terlibat dalam SIPA 2017 kali ini sebagian besar merupakan generasi muda. Diharapkan dengan dilibatkannya generasi penerus, anak muda semakin mampu menjadi garda depan ketahanan budaya.

“Penyelengaraan SIPA sendiri bertujuan sebagai ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya. Sudah selayaknya SlPA tak hanya berbicara tentang persoalan panggung pertunjukan di wilayah budaya. Akan tetapi pemberdayaannya akan menembus batas wilayah bahkan ke bidang ekonomi dan sosial,” imbuh Ira.

Sesuai dengan temanya, panggung yang diusung SIPA kali ini akan berbentuk kapal KRI Dewaruci dengan latar belakang bangunan Benteng Vastenburg. Panggung itu memiliki panjang 33,7 meter dan lebar 19,5 meter. Pihak panitia juga menjanjikan tata lampu dan kualitas audio yang baik dan megah.

Selain tata lampu, penyaji juga menjadi pertimbangan penting dalam gelaran kali ini. Beberapa kelompok kesenian maupun seniman tunggal akan silih berganti mengisi panggung. Sebut saja, Eko Pece Supriyanto, Teater Tetas Jakarta, dan Otniel Tasman Banyumas menjadi line up performer domestik. Sedangkan dari mancanegara La Salle Teatro Gundegan dari Filipina, dan Silhoutte Art Performance dari Malaysia, serta beberapa kelompok lain dari Asia Tenggara.

“Kita ingin SIPA tidak hanya menjadi persoalan kesenian, melainkan juga bisa memberikan daya hidup yang lain, khususnya Kota Solo dan untuk kehidupan bangsa dan negara,” tambahnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge