0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diberi Power Threser, Petani Bisa Berhemat

Demo alat perontok multiguna di hadapan poktan penerimanya (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Penggunaan alat perontok multiguna atau power threser diyakini menghemat ongkos paska panen. Alat ini mengganti tenaga manusia dengan mesin yang lebih praktis.

“Biasanya, padi dan jagung dirontokkan secara manual. Itu lama bisa berhari-hari. Banyak tenaga yang terlibat. Terutama ibu-ibu petani. Memakainya manual dengan bantuan mesin engkel. Pokoknya, hingga jadi gabah butuh waktu juga sejak tanaman ditebas,” kata Sumadi, perwakilan penerima bantuan alsintan dari Poktan Subur Makmur, Jenawi kepada Timlo.net di sela penyerahan secara simbolis alat tersebut, Selasa (22/8).

Di lokasi penyerahannya, petani menyaksikan demo pemakaian alat perontok multiguna. Biji jagung begitu mudahnya dirontokkan dari alat itu setelah tongkolnya dimasukkan. Begitu pula bulir-bulir gabah kering dari semula rumpun tanaman.

Wabup Rohadi Widodo mengatakan dibutuhkan waktu enam jam saja untuk merontokkan bulir gabah hasil panenan per hektare. Padahal jika dilakukan manual bisa seharian.

“Diprioritaskan penggunaannya bagi penerima bantuan. Namun dipersilakan menyewakannya dipakai poktan lain untuk pemasukan koperasi poktan,” katanya.

Bantuan hibah dari APBN ini diyakini memudahkan pascapanen di Karanganyar. Ia menyebut pertanian di wilayahnya mampu menghasilkan rata-rata 6,5 ton per hektare dengan indeks 2,2 kali panen per tahun. Ia memprediksi produktivitasnya meningkat tahun depan seiring suplai air pertanian Waduk Gondang.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge